Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
WEdisi Cetak Hari Ini

Pertamina Kelola Blok Sanga - sanga

Koran Kaltim
7 Agustus 2018
1.9K views
3 min
Pertamina Kelola Blok Sanga - sanga

BALIKPAPAN - Pengelolaan Blok Migas Sangasanga oleh VICO atau Virginia Indonesia Company, tinggal sehari lagi. Pemerintah Indonesia sudah tidak memperpanjang kontrak pengelolaan blok migas yang ada di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kukar itu. Pemerintah memutuskan, blok migas Sangasanga resmi akan diberikan kepada perusahaan negara, PT Pertamina (Persero) dengan anak usahanya Pertamina Hulu Sangasanga (PHSS).

Indonesia baru bisa mengelola sendiri blok migas itu setelah 45 tahun dikelola VICO Indonesia. Sejak 1973 di eksploitasi, jelas kandungan migas di blok migas itu sudah tak sebesar dulu. Kini, produksinya sudah menurun drastis. 

Dari catatan produksi, VICO pernah membukukan produksi mencapai 1.200 MMCFD gas dan 60 ribu BOEPD. Setiap tahun produksinya menurun. Di tahun 2004 produksinya 870 MMSCFD. Turun merosot di tahun 2007, produksinya mencapai 465 MMSCFD. Hingga saat ini, produksi diklaim hanya mencapai 60 MMSCFD.

Meski jumlah produksi terjun bebas, tapi VICO juga masih ingin mengelola blok ini. Tapi sayang, pemerintah Indonesia lebih percaya kepada BUMN-nya, PT Pertamina (Persero)

Peralihan pengelolaan blok Sangasanga secara resmi akan berpindah pada 8 Agustus 2018 tepat pukul 00.00 WITA. Dari VICO Indonesia akan dikelola PT Pertamina Hulu Sangasanga.

Pengambil alihan blok migas oleh pemerintah juga terjadi pada Blok Mahakam. Dari sebelumnya blok migas yang juga di Kukar ini di kelola TOTAL Indonesie. Tapi, Indonesia kembali mengambil alih dan mempercayakan kepada Pertamina Hulu Mahakam (PHM) sebagai pengelolanya.

Kepala SKK Migas Wilayah Kalimantan - Sulawesi (Kalsul) Syarifudin mengatakan, wilayah kerja (WK) Blok Migas Sangasanga pernah mengalami puncak produksi pada 1993 lalu yakni 1.200 MMCFD gas dan 60 ribu BOEPD untuk liquid.

“Namun setelah lama beroperasi, saat ini mengalami penurunan drastis karena selain sumur yang tua, juga tidak banyak rencana pengeboran. Tapi pada tahun ini akan ada pengeboran dua sumur baru yang datanya ada di PHSS,” kata Syarifudin (6/8).

Sementara, mantan Kepala SKK Migas Wilayah Kalimantan-Sulawesi (Kalsul) Nasvar Nazar mengakui VICO Indonesia tetap berminat mengelola WK Sangasanga karena dianggap masih menjanjikan. “Memang minat itu telah disampaikan ke Kementerian ESDM, meski dari sisi produksi sumur di WK Sangasanga mengalami penurunan. Tapi keputusannya, pemerintah pusat menyerahkan pengelolaan ke Pertamina sejak 2 tahun lalu. Cuma Pertamina lama memberikan jawaban,” ungkapnya.

Itulah yang menjadi penyebab pembentukan tim transisi pengalihan WK Sangasanga baru bisa dilakukan dua bulan lalu. Tim transisi itu, selain bertugas memastikan kelancaran peralihan, juga menyusun perencanaan kerja 2018-2019 untuk keberlanjutan operasi minyak dan di WK Sangasanga.

“Tim juga memastikan keamanan operasi sesuai  peraturan dan pengelolaan aset sesuai aset integritas manajemen. Terlebih penambahan dan perawatan sumur harus direm karena penurunan produksi hingga 45 persen sejak 2017 lalu,” jelasnya.

Penurunan itu, ujar Nasvar, mulai dirasakan sejak 2016 atau setelah tersiar kabar tidak ada perpanjangan kontrak kerja sama. “Jadi dari awalnya 220 MMCFD itu, pada 2015-2016 turun drastis menjadi 180 MMCFD. Lalu turun tajam lagi pada 2017 kemarin,” bebernya.

Meski produksi menurun, direncanakan pada tahun ini dilakukan pengeboran 2 sumur dan bertambah 19 sumur pada 2019 mendatang. Sehingga diyakini, adanya kegiatan itu akan banyak menyerap tenaga kerja.

“Ya, kami berharap proses perizinnya dipermudah, termasuk pembebasan lahannya, karena kan ini kembali kepada masyarakat juga. Kalau saat ini tenaga exicting ada 500-an orang dan ditambah juga sekitar 500-an tenaga dari sub-kontraktor,” harapnya.

WK Sangasanga memiliki sekitar 250 sumur yang sebagian besar telah berusia tua. 

Luasannya mencapai 1.942 Km persegi yang berada di 6 kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara. “Kecamatan itu mulai dari Muara Badak, Marangkayu, Sangasanga, Anggana, Samboja dan Muara Jawa,” tutup Nasvar. (hn518)


Tags:

WEdisi Cetak Hari IniBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori WEdisi Cetak Hari Ini.