Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
WEdisi Cetak Hari Ini

Pesta Miras, Bacaleg Tewas Ditimpas

Koran Kaltim
10 September 2018
973 views
2 min
Pesta Miras, Bacaleg Tewas Ditimpas

BALIKPAPAN - Seorang bakal caleg DPRD Kota Balikpapan bernama Edy Rachman (38) ditemukan tak bernyawa. Ia diketahui tewas setelah menjadi korban penikaman.

Korban mendapatkan luka sayatan benda tajam di sekujur tubuh. Yang lebih miris, terdapat luka menganga bagian wajah. Setelah ditelusuri, pelakunya tak lain adalah rekannya sendiri, Layappe (65).

Korban ditemukan warga, Minggu (9/9) sekira pukul 04.00 WITA di kawasan Jalan MT Haryono RT 43 Kelurahan Graha Indah, Kecamatan  Balikpapan Utara. Jasadnya ditemukan tepatnya di dalam selokan gerbang masuk SDIT Al Aulia. Setelah melakukan aksi pembunuhan, pelaku langsung menyerahkan diri ke pihak berwajib.

Informasi yang dihimpun media mengungkap, kejadian maut ini bermula ketika korban dan pelaku pesta minuman keras di kawasan Ruko Perumahan Nirwana, Balikpapan Utara.

Setelah keduanya mabuk rupanya terjadi selisih paham dan cekcok. Aksi saling ejek terjadi hingga ke luar dari pub dan makan di sebuah warung nasi kuning 24 jam yang tidak jauh dari lokasi keduanya menghabiskan malam.

“Pada saat di warung dia tendang perut dan dada saya berkali-kali, kemudian saya pulang ke rumah. Tak cukup marah-marah di warung, dia menyusul saya sampai ke rumah sambil marah-marah kemudian saya melihat parang dan membawanya sambil lari keluar saya kejar dia,” kata Layappe di hadapan petugas.

Pelaku mengejar korban menggunakan sepeda motor Mio Soul KT 5914 ZG warna hitam. Setelah berhasil menangkap korban, Layappe menimpaskan parangnya secara membabi buta. Sampai-sampai dia tak mengetahui senjata tajamnya mengenai bagian tubuh mana. “Saya langsung timpas saja dia berkali-kali tak tahu bagian mana yang terkena tebasan parang. Karena saya sudah emosi,” bebernya.

Setelah melakukan aksi menimpasan tersebut pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Balikpapan Utara. 

Dalam kondisi penuh luka, rupanya korban masih bisa menyelamatkan diri menggunakan motor pelaku. Namun nahas kendaraan yang ditunggangi oleng dan masuk ke parit dengan posisi korban masuk parit bersama sepeda motornya. 

Saat ditemukan tak bernyawa, jasad korban dalam posisi badan terlentang. Terlihat jelas di tubuh korban terlihat bekas tebasan benda tajam di bagian wajah mata kanan, tangan kiri dan kepala.

Pelaku saat ini diamankan di Mapolres Balikpapan untuk dimintai keterangan. “Sudah kami amankan, sekarang  masih dimintai keterangan,” ungkap Kapolsek Balikpapan Utara, Kompol Sopyan.

Terkait motif pembunuhan tersebut sementara karena ada salah paham antara keduanya.”Mereka saling mengenal sementara memang karena ada salah paham,”jelasnya.

Jasad korban langsung diotopsi di RSKD Balikpapan untuk keperluan penyidikan. (yud)

Tags:

WEdisi Cetak Hari IniBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori WEdisi Cetak Hari Ini.