BALIKPAPAN – Pemerintah Pusat menetapkan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur sebagai lokasi penyangga penanggulangan bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.
Penetapan ini berdasarkan pertimbangan letak geografis. Palu dan Balikpapan berdekatan meski berbeda pulau.
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana mengatakan, sebelumnya telah beberapa kali dilakukan koordinasi dengan TNI dan Pemkot Balikpapan untuk dilakukan proses evakuasi korban musibah di Sulteng ke Kaltim.
“Korban langsung dirujuk ke RS Bhayangkara, RS Pertamina, RS Siloam, dan RSUD Balikpapan,” ujar Ade.
Sejak dua hari lalu, puluhan korban telah tiba di Balikpapan. Untuk sementara waktu, mereka diinapkan di kantor Bea Cukai Balikpapan sembari memulihkan trauma yang mereka alami. Sebagian lainnya dirawat di rumah sakit.
“Sementara yang mengalami luka-luka langsung dibawa ke Rumah Sakit Pertamina untuk dilakukan perawatan lebih lanjut,” bebernya.
Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto beserta jajaran juga melakukan pengecekan bantuan logistik korban gempa dan tsunami Sulteng di Pelabuhan Kaltim Kariangau Terimanal kilometer 13 Balikpapan Utara.
Tercatat ada sekitar 14 kontainer yang berisi makanan, minuman, pakaian, terpal serta kebutuhan dasar para korban. “Rencana bantuan logistik untuk korban gempa dan tsunami tersebut akan dikirim ke Palu menggunakan kapal Temas Line dari Pelabuhan KKT,” terangnya.
Pemkot Balikpapan, TNI dan Polri akan mendirikan semacam posko guna mempersiapkan diri apabila terjadi peningkatan evakuasi korban gempa dan tsunami di Kota Minyak. “Tujuannya untuk memfasilitasi, memberikan pelayanan dampak dari bencana Sulteng,” terang Ade.
Kapendam VI Mulawarman Kolonel Kav Dino Martino menerangkan sudah ada 520 korban gempa gempa dan tsunami Sulteng yang tiba di base ops Lanut Balikpapan. Mereka diangkut menggunakan pesawat Hercules dan CN milik TNI AU pada Selasa (2/10).
Beberapa di antara meraka telah kembali ke daerah asal maupun ke tempat-tempat keluarga.
Hingga tadi malam, Menkopolhukam Wiranto, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno Kapolri Jenderal M Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kepala Basarnas M Syaugi sedang melangsungkan pertemuan di Balikpapan membahas upaya penanganan bencana alam di Palu dan Donggala, Sulteng. (yud)




