SAMARINDA – Pemprov Kaltim menggelontorkan Rp2,5 miliar untuk membantu para korban gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala, Sigi, dan Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.
Menurut Pj Sekprov Kaltim, Meilina, bantuan berupa logistik, tenaga medis, hingga mengirim relawan.
“Untuk bantuan sama dengan Lombok, mungkin sekitar Rp2,5 miliar. Total insya Allah sama dengan (bencana ) Lombok,” ujarnya kepada Koran Kaltim, di Samarinda. Bantuan senilai Rp2,5 miliar itu dialokasikan sesuai kebutuhan korban musibah di Sulteng.
Selain itu, ditetapkannya Balikpapan sebagai kota penyangga penanggulangan bencana Sulteng juga akan didukung penuh oleh Pemprov Kaltim. Pun dengan rencana pemanfaatan beberapa lokasi di Kota Samarinda untuk dijadikan titik pengungsian para korban.
“Kemarin (Selasa malam, Red) ‘kan Menkopolhukam datang dengan Menteri Kesehatan dan beliau memutuskan Balikpapan menjadi penyangga utama untuk bencana Palu dan Donggala. Artinya karena itu instruksi presiden kita dukung. Jadi kalau misal ada titik di Kaltim yang dijadikan posko akan kami koordinasikan dengan tim dari pusat. Kami siap mendukung,” tuturnya.
Pada Selasa (2/10) siang, Tim Kaltim Peduli Bencana Sulteng yang membawa bantuan logistik berangkat menuju Palu menggunakan tugboat dari Pelabuhan Semayang Balikpapan. Malam harinya, satu unit kapal menyusul dengan membawa 80 relawan dan 28 petugas medis.
Kemudian pada Rabu (3/10), menyusul satu unit kapal lagi dengan mengangkut sejumlah logistik maupun relawan dari Kaltim. “Yang jelas, pemuatan bantuan bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah dari masyarakat Kaltim sangat luar biasa. Hampir 200 ton atau 20 truk, berisi makanan, minuman, bahan obat-obatan serta pakaian layak pakai telah dikirim ke Palu,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Salman Lumoindong di Samarinda, Rabu (3/10).
Salman mengatakan kapal yang berangkat Selasa malam disediakan oleh Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud. Bahkan, ketika keberangkatan Selasa siang, Direktur RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan Edi Iskandar bersama Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud hadir untuk melepaskan keberangkatan kapal.
Melalui bantuan tersebut, Pemprov Kaltim berharap masyarakat Palu dan sekitarnya yang menjadi korban bisa sabar dan tabah serta bisa menerima bantuan dari masyarakat Kaltim.
“Ini semua bagian dari solidaritas kita sebagai warga negara Indonesia. Karena, Kaltim memiliki komitmen tiada hari tanpa solidaritas. Karena itu, diharapkan bantuan dan dukungan relawan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang menjadi korban bencana,” jelasnya.
Asisten Administrasi Umum Setprov Kaltim Bere Ali mengungkapkan hasil rapat koordinasi yang dimpimpin Menkopolkumham Wiranto di Balikpapan, Selasa (2/10) malam.
Menurut Bere Ali, Balikpapan ditetapkan sebagai salah satu wilayah penyangga, bersama Bandara Halim Perdana Kusuma di Jakarta dan Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan. Balikpapan sekaligus akan menjadi kawasan evakuasi kedua setelah Makassar.
“Kami pun sudah menyiapkan sejumlah rumah sakit untuk menjadi rujukan, baik di Balikpapan maupun Samarinda. Termasuk untuk Balikpapan sebagai kawasan evakuasi kedua, kami pun siap,” kata Bere Ali. (rs)




