Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Wisata

Laguna Kehe Daing Kakaban Memiliki Keindahan Eksotis, Butuh Bantuan Dermaga dari Pemerintah

Koran Kaltim
16 Februari 2025
112 views
3 min
Wisatawan tengah bermain Paddle Board di Laguna Kehe Daing Kakaban. (Foto: Vico/Korankaltim.com)

Penulis: */Claudius Vico

KORANKALTIM.COM, BERAU – Siapa bilang Kaltim tidak memiliki objek destinasi wisata alam yang menggiurkan, contohnya di Kabupaten Berau menjadi salah satu rujukan yang tepat bagi seluruh masyarakat yang mencari keindahan alam untuk memanjakan mata.

Seperti di Pulau Kakaban, Berau terdapat Laguna atau dapat diartikan sekumpulan air asin dengan kedalaman relatif dangkal yang terpisah dari laut oleh penghalang yang dapat berupa pasir, terumbu karang, pulau, semenanjung, dan lainnya, tempat itu memiliki nama Laguna Kehe Daing Kakaban.

Pengelola Kehe Daing, Osdek mengungkapkan laguna tersebut sudah difungsikan sebagai objek wisata sejak 2012 lalu. Ia mengaku menemukan laguna tersebut sejak peninggalan orang tua nya dari 1969.

“Saya tau sejarah tempat ini karena peninggalan langsung orang tua saya, ditemukan dulu awalnya saat mau berkebun,” ungkap Osdek.

Dia mengungkapkan, tarif masuk untuk bisa berkunjung ke laguna tersebut relatif murah, hanya dengan mengeluarkan uang sebesar Rp30 ribu pengunjung dapat menikmati danau air payau tersebut.

“Sudah cukup banyak masyarakat yang berkunjung, mereka bermain ada yang keliling pakai perahu dayung dan lain-lain,” sebutnya.

Meskipun memiliki objek wisata yang sangat indah, sayangnya Kehe Daing Kakaban belum dilengkapi dengan dermaga yang memadai sebagai fasilitas pendukung. 

Akibatnya, ketika ombak cukup besar, wisatawan yang berkunjung sering kali kesulitan untuk turun dari perahu cepat yang mereka gunakan untuk menyeberang ke pulau tersebut.

“Kita di sini sangat membutuhkan dermaga karena akan sedikit kesulitan untuk mengakses ke sini kalo hanya sekedar tangga yang bergelantung di karang,” tuturnya.

Maka dari itu, ia mengharapkan adanya uluran bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk dapat membangunkan dermaga sebagai penunjang menuju objek wisata tersebut.

Keindahan Laguna di Kehe Daing juga diakui oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik. Setelah acara Maratua Run 2025 yang dihelat di Pulau Maratua, Sabtu (15/2) lalu, ia menyempatkan diri untuk bermain paddle board di laguna tersebut.

Paddle Board salah satu olahraga air yang mengandalkan keseimbangan itu dapat dimainkan di sebuah laut atau danau yang tenang. Kehe Daing jadi salah satu tempat yang representatif untuk bermain Paddling.

“Saya sering main ini di beberapa tempat, ada salah satu tempat di Thailand, tapi menurut saya kurang bagus di sana, baru kali ini saya menemukan yang bagus, memiliki luasan yang cukup dan pemandangan yang indah,” kata Akmal Malik.

Disinggung mengenai sarana penunjang yang kurang, Akmal menegaskan peran pemerintah harus hadir dalam untuk menjawab keluhan masyarakat yang ada, apalagi hal itu diyakini dapat menjamin kemajuan daerah melalui sektor pariwisata.

“Pemerintah harus intervensi, apa susahnya untuk membuat dermaga, libatkan masyarakat dan pengelola saya berharap Pemkab dapat membuatkan dermaga supaya wisatawan nyaman untuk berkunjung,” tegasnya.

Guna mengangkat ketenaran dari objek wisata tersebut, Akmal Malik mengusulkan agar objek wisata ini dapat menjadi tempat untuk sebuah event yang mampu mengundang banyak wisatawan. 

“Bisa seperti dibuatkan event lomba paddling, karena selain tempatnya yang cocok, alamnya sangat eksotis,” tutupnya. 


Editor: Erwin

Tags:

WisataBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Wisata.