Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Advertorial

Bupati Kukar Apresiasi Kesultanan Sukses Gelar Bepelas, Ribuan Masyarakat Padati Malam Terakhir Erau

Koran Kaltim
27 September 2026
0 views
•3 min
Bupati Kukar saat menghadiri prosesi Bepelas malam terakhir Erau 2026. (Foto: Heri/Korankaltim.com)

Penulis: Muhammad Heriansyah 

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri, menyampaikan apresiasi kepada Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang sukses melaksanakan seluruh rangkaian tradisi Bepelas hingga malam terakhir Erau Adat Kutai 2026.

Bepelas malam terakhir berlangsung meriah di Museum Mulawarman, Jalan Diponegoro, Kelurahan Panji, Tenggarong, Sabtu (26/9/2026) malam. 

Ribuan masyarakat memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan langsung salah satu tradisi sakral dalam rangkaian Erau Adat Kutai.

Bupati Aulia Rahman Basri yang hadir langsung bersama sejumlah pejabat dan tamu kehormatan mengaku kagum melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar.

Menurutnya, kemeriahan Bepelas bukan sekadar pertunjukan budaya, tetapi menjadi bukti kuat bahwa adat dan tradisi Kesultanan Kutai masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi Kesultanan Kutai Kartanegara yang telah sukses melaksanakan rangkaian Bepelas dari awal sampai malam terakhir. Saya juga kagum melihat ribuan masyarakat yang hadir dan begitu antusias mengikuti rangkaian Erau ini,” kata Aulia.

Ia menilai tingginya partisipasi masyarakat menjadi energi penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi adat Kutai. Erau, kata dia, tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga ruang untuk mempertemukan masyarakat dengan sejarah, adat istiadat dan kebudayaan Kutai.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat kita masih mencintai adat dan budaya daerah. Tentu ini harus terus kita jaga, kita lestarikan dan kita wariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.

Bupati juga memberikan penghargaan kepada Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura beserta jajaran Kesultanan, kerabat Kesultanan, tokoh adat, panitia, aparat keamanan dan seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga pelaksanaan Bepelas berlangsung lancar, tertib dan aman.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kesultanan, seluruh kerabat, tokoh adat, masyarakat dan semua pihak yang telah bersama-sama menyukseskan Erau Adat Kutai 2026,” ucapnya.

Bepelas malam terakhir dihadiri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Adji Muhammad Arifin, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, Pangeran Haryo Notonegoro H. Heriansyah, Pangeran Adi Suta Praja, Andi Deezca Pravidhia Aulia, serta Adji Awang Idris dari Kesultanan Gunung Tabur bersama Pangeran Hadiningrat selaku Ketua Dewan Adat Kesultanan Gunung Tabur.

Turut hadir Kepala Dinas Pertambangan Provinsi Kalimantan Timur Bambang Arwanto, Ketua Dewan Pakar Majelis Adat Kerajaan Nusantara Andi Muhammad Isradi Zainal yang mewakili Putra Mahkota Kerajaan Gowa, Anggota KPU Republik Indonesia Iffa Rosita, Ketua DPRD Kukar IAhmad Yani, Sekda Kukar Sunggono, Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar, serta Kasi Intelkam Kejaksaan Negeri Kukar Dermawan Wicaksana yang mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Kukar.

Selain itu, tampak hadir para kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara serta jajaran tokoh adat se-Kabupaten Kukar.

Prosesi diawali dengan para undangan memasuki ruang Sitinggil Keraton. Selanjutnya dilaksanakan ritual prosesi sakral Bepelas hingga Sultan memasuki tempat prosesi.

Suasana semakin semarak ketika enam kali dentuman meriam menggema sekitar pukul 21.30 WITA seiring dengan kaki sultan menyentuh gong. Sebanyak 10 personel Batalyon B Sat Brimob Polda Kaltim terlibat dalam prosesi peledakan meriam tersebut.

Enam dentuman meriam itu menjadi simbol ekspresi kegembiraan dan puji-pujian dalam rangkaian perayaan besar adat Erau.

Bagi Pemkab Kukar, keberhasilan pelaksanaan Bepelas hingga malam terakhir menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, Kesultanan dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya Kutai.

“Kami berharap semangat masyarakat yang terlihat sepanjang pelaksanaan Erau dapat terus tumbuh, sehingga adat dan budaya Kutai tidak hanya hidup dalam setiap pelaksanaan Erau, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan dan identitas masyarakat Kukar,” pungkasnya. (adv)

Editor: Erwin 

Tags:

AdvertorialBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Advertorial.