Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Ekonomi Bisnis

Ekonomi Kaltim Tumbuh 3,35 Persen, Ketimpangan Pengeluaran Justru Meningkat

Adi Putra
7 Agustus 2026
0 views
2 min
Ilustrasi aktivitas jual beli di Pasar Segiri Samarinda (Rafik/Korankaltim.com)

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Di tengah pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) sebesar 3,35 persen pada triwulan II-2026, tingkat ketimpangan pengeluaran masyarakat justru mengalami kenaikan. 

Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat Gini Ratio pada Maret 2026 naik menjadi 0,312 dari sebelumnya 0,310 pada September 2025.

Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, menjelaskan kenaikan ketimpangan terutama terjadi di wilayah perkotaan. Gini Ratio perkotaan meningkat dari 0,300 menjadi 0,309, sedangkan di perdesaan justru turun dari 0,325 menjadi 0,310.

Meski demikian, berdasarkan ukuran Bank Dunia, distribusi pengeluaran kelompok 40 persen penduduk terbawah masih mencapai 22,03 persen. 

“Angka tersebut menunjukkan tingkat ketimpangan di Kaltim masih berada dalam kategori rendah,” terangnya, Jumat (7/8/2026).

Di sisi lain, perekonomian Kaltim pada triwulan II-2026 tetap menunjukkan kinerja positif. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp246,66 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp152,92 triliun.

Secara tahunan (year-on-year), ekonomi Kaltim tumbuh 3,35 persen, sementara dibanding triwulan sebelumnya meningkat 2,62 persen. 

Pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi secara tahunan berasal dari lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 13,79 persen. 

“Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 6,72 persen,” ucapnya.

Mas’ud juga menyebut ekonomi Kaltim pada semester I-2026 tumbuh 3,17 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kontribusi Kaltim terhadap pembentukan ekonomi Pulau Kalimantan pun masih menjadi yang terbesar, yakni mencapai 46,70 persen. 

Editor: Erwin

Tags:

Ekonomi BisnisBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Ekonomi Bisnis.