KORANKALTIM.COM, TARAKAN - Keterbatasan anggaran daerah tidak menjadi alasan untuk mengabaikan program penanganan HIV/AIDS. DPRD Kalimantan Utara masih membuka ruang pembahasan untuk memastikan kebutuhan yang dianggap mendesak tetap mendapat dukungan.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Syamsuddin Arfah, mengatakan dukungan anggaran akan menjadi bagian dari pembahasan bersama pemerintah daerah. Skala prioritas menjadi pertimbangan utama dalam menentukan program yang tetap dapat dialokasikan di tengah kebijakan efisiensi.
“Anggaran itu tetap akan kita diskusikan. Kalau sesuatu yang prioritas, walaupun kondisi anggaran parah, tetap juga ada prioritas untuk mendapatkan,” ujar Syamsuddin.
Menurutnya, kondisi fiskal yang terbatas memang menuntut pemerintah dan DPRD lebih selektif dalam menentukan penggunaan anggaran.
Namun, program yang memiliki dampak langsung terhadap kepentingan masyarakat tetap dapat diperjuangkan.
“Artinya bisa kita perjuangkan selama ini memang kita anggap sesuatu yang prioritas,” katanya.
Syamsuddin menilai dukungan anggaran penting untuk memastikan penanganan HIV/AIDS tidak hanya berhenti pada upaya pengobatan. Program edukasi, pencegahan, deteksi dini dan pendampingan juga perlu berjalan secara berkelanjutan agar penanganannya lebih menyeluruh. (Adv)
Editor: Aspian Nur




