Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Advertorial

Tekanan Industri Batu Bara, Perusda BKS Kaltim Shifting ke Pasir Silika dan Incar Bisnis Pelabuhan

Koran Kaltim
31 Juli 2026
0 views
2 min
Direktur Utama Perusda PT BKS, Nidya Listyono. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Perusahaan Daerah (Perusda) PT Bara Kaltim Sejahtera (BKS) mulai mengambil langkah strategis dengan mengalihkan sebagian fokus bisnisnya (shifting) dari sektor pertambangan batu bara ke komoditas mineral bukan logam dan galian C, seperti pasir silika, batu, dan pasir.

Direktur Utama Perusda PT BKS Kaltim, Nidya Listyono, mengungkapkan bahwa dinamika pasar batu bara saat ini memiliki tingkat fluktuasi yang sangat tinggi. Hal tersebut makin diperberat dengan melonjaknya biaya operasional di lapangan serta tingginya harga bahan bakar.

“Hari ini batu bara fluktuasinya sangat tinggi, biaya produksi tinggi, harga solar naik. Karena itu kita harus shifting ke galian C dan mineral bukan logam lainnya yang ada di Kaltim dan punya potensi luar biasa,” ujar Nidya saat ditemui baru-baru ini.

Untuk mendukung langkah ekspansi bisnis tersebut, BKS telah menjalin komunikasi intensif dengan berbagai asosiasi pengusaha, termasuk pemegang izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B).

Tak berhenti di komoditas tambang non-logam, PT BKS juga tengah mendesain rencana untuk masuk ke sektor logistik dan infrastruktur pendukung, yakni melalui pengelolaan pelabuhan bongkar muat.

“Tentu Bara Kaltim harus ikut mengambil peluang di sana. Termasuk yang sedang kita desain adalah pelabuhan bongkar muat untuk bisa dimiliki atau dikerjasamakan oleh BKS,” jelasnya.

Mengenai lokasi pasti infrastruktur tersebut, Nidya menyebut pihaknya masih melakukan pemetaan potensi di sepanjang jalur transportasi utama sungai di Kaltim.

“Lokasinya belum tahu pasti, tapi yang jelas pasti di sepanjang aliran Sungai Mahakam, mana yang bisa kita maksimalkan,” pungkasnya. (*)

Editor: Erwin

Tags:

AdvertorialBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Advertorial.