Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Advertorial

Pengidap TBC di Bontang Tembus 460 Kasus, DPRD Bontang Dorong Peningkatan Pencegahan

Adi Putra
4 Agustus 2026
0 views
1 min
Anggota DPRD Bontang, Arfian Arsyad (Dok. Arfian Arsyad)

Penulis: Rahmadani

KORANKALTIM.COM, BONTANG – Anggota DPRD Bontang, Arfian Arsyad menyoroti temuan Dinas Kesehatan (Dinkes) yang mencatat  hingga Juli 2026 terdapat 460 pengidap TBC aktif.

Menurutnya, angka penemuan ini memerlukan langkah penanganan ekstra agar mata rantai penularan di tengah masyarakat dapat diputus secara efektif.

“Angka pengidap TBC ini tidak boleh sekadar dipandang sebagai data statistik semata. Namun, merupakan peringatan serius bagi seluruh pihak untuk meningkatkan komitmen penanganan,” paparnya, Selasa (4/8/2026)

Ia menjelaskan, para pemangku kebijakan perlu segera melacak, mendeteksi, dan menangani seluruh penderita hingga benar-benar sembuh dari TBC.

Dirinya juga menyampaikan, tingginya angka penemuan kasus ini mengindikasikan potensi penularan di lingkungan permukiman warga masih sangat rentan.

Menurutnya, Dinkes hingga Puskesmas wajib menggencarkan sosialisasi dan deteksi dini secara proaktif. Pasalnya, pendekatan dengan mendatangi langsung kelompok masyarakat berisiko tinggi, jauh lebih efektif dibandingkan hanya menunggu pasien datang berobat.

“Proses pengobatan TBC membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Oleh sebab itu pendampingan sangat penting dilakukan,” ungkapnya.

Arfian menegaskan, pemerintah daerah harus memperkuat peran para kader Posyandu untuk memastikan pasien disiplin mengonsumsi obatnya hingga tuntas.

Dia berharap, seluruh pihak mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan hingga masyarakat dapat bekerja sama menekan angka TBC dengan berbagai upaya yang telah direncanakan dengan baik. (adv)

Editor: Erwin

Tags:

AdvertorialBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Advertorial.