Penulis: Rahmadani
KORANKALTIM.COM, BONTANG – Seorang pengunjung Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang mengeluhkan kondisi toilet yang rusak hingga membuatnya sempat terjebak di dalam.
Warga yang enggan disebutkan namanya itu menceritakan pengalaman tidak menyenangkan saat menggunakan fasilitas tersebut. Ia mengaku terkurung di dalam toilet ketika hendak buang air kecil akibat kerusakan pada pintu.
“Saat saya ingin membuka pintu untuk keluar dari toilet, ternyata tidak ada gagangnya. Jadi harus meminta tolong agar dibukakan dari luar,” paparnya, Selasa (4/8/2026) Kejadian itu mendapatkan sorotan dari Anggota DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib. Dia mengatakan, harus memanggil pihak kontraktor yang melaksanakan kegiatan. “Pihak kontraktor perlu dipanggil untuk memastikan apakah kegiatan renovasi toilet itu sudah sesuai dengan spesifikasi,” ucapnya.
Ia menjelaskan, DPUPR Kota Bontang juga harus turun langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi toilet. Pasalnya, akan menjadi pertanyaan publik, bangunan yang telah direnovasi dengan anggaran Rp300 juta, sudah rusak hanya dalam hitungan bulan. Selama ini, kegiatan proyek di Kota Taman selalu menetapkan standar tinggi, baik dalam pengerjaan maupun bahan material bangunannya. “Kita memakai konsultan dan pengawas, jadi jangan sampai kontraktornya nakal dan tidak teliti, apalagi kalau terdapat kecurangan,” tuturnya.
Oleh sebab itu, dia berharap perbaikan fasilitas penunjang itu wajib segera dilakukan untuk memastikan setiap pengunjung dapat merasakan kenyamanan saat mengurus administrasi atau urusan lainnya. (adv)
Editor: Erwin




