Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Advertorial

Siswa SD di Bontang Diduga Keracunan MBG, DPRD Minta SPPG Dievaluasi

Adi Putra
6 Agustus 2026
0 views
2 min
Anggota DPRD Bontang, Muhammad Sahib (Dok. Pusaran Media)

Penulis: Rahmadani

KORANKALTIM.COM, BONTANG – Anggota DPRD Bontang, Muhammad Sahib, menyoroti insiden yang menimpa sejumlah siswa dan guru di SDN 012 Bontang Selatan yang mengalami mual dan muntah usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (6/8/2026). 

Menanggapi kejadian itu, ia mendesak agar penyedia makanan diperiksa secara menyeluruh oleh pihak berwenang untuk memastikan penyebab insiden. Ia menegaskan, pemeriksaan penting dilakukan guna menjamin keamanan konsumsi makanan bagi para siswa serta mencegah kejadian serupa terulang. 

“Harus ada pemeriksaan agar kita bisa mengetahui penyebab peristiwa keracunan ini bisa terjadi di Sekolah itu,” katanya, Kamis (6/8/2026) Ia menjelaskan, selama masa evaluasi tersebut, dapur SPPG Bontang Utara 2 tidak boleh menyuplai makanan seperti biasanya ke sekolah penerima manfaat. 

Ia juga menyampaikan, beberapa alternatif bisa ditempuh, misalnya memberikan uang tunai kepada orang tua murid untuk tetap memenuhi gizi anak selama masa pemeriksaan dapur berlangsung. 

Menurutnya, jika MBG di sekolah tersebut tetap diberikan, maka akan berpotensi terjadi kembali peristiwa keracunan. Selain itu, para siswa dapat trauma. “Perlu ditelusuri, kualitas bahan makanan yang dimiliki oleh SPPG tersebut. Jangan sampai sudah tidak layak tapi masih digunakan,” paparnya. 

Sahib menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan jajaran dewan lainnya untuk membahas kemungkinan melakukan sidak untuk melihat langsung kondisi lapangan. 

Seluruh pihak bisa bekerja sama untuk melakukan inspeksi SPPG terkait agar tidak terulang lagi ke depannya. (adv)

Editor: Erwin

Tags:

AdvertorialBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Advertorial.