Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Advertorial

Meski APBD Menyusut, Arfian Arsyad Apresiasi Raperda Tunjangan Guru di Bontang

Adi Putra
8 Agustus 2026
0 views
2 min
Anggota Komisi A DPRD Bontang, Arfian Arsyad (Dok.Arfian Arsyad)

Penulis: Rahmadani

KORANKALTIM.COM, BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang bersama DPRD tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Tunjangan Tenaga Pendidik. 

Langkah ini mendapatkan apresiasi dari Anggota Komisi A DPRD Bontang, Arfian Arsyad. Dirinya mengatakan bahwa meski APBD sedang mengalami penyusutan tetapi pemerintah tetap memperhatikan kesejahteraan pendidik. 

“Komitmen ini sangat patut diacungi jempol. Di tengah penyesuaian dan efisiensi anggaran daerah, pengalokasian tunjangan bagi para guru menunjukkan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama,” katanya, Sabtu (8/8/2026) Ia menjelaskan, keberadaan Raperda Tunjangan Tenaga Pendidik tidak hanya berfungsi sebagai payung hukum yang kuat, tetapi juga memberikan kepastian hak serta perlindungan kesejahteraan. Dirinya juga menyampaikan, guru yang kehidupannya sejahtera akan lebih fokus dalam membimbing dan mengembangkan potensi siswa. 

“Mereka tidak perlu memikirkan lagi perihal ekonomi dan besaran gaji, karena sudah mendapatkan tambahan dari tunjangan,” paparnya. 

Menurutnya, kesejahteraan guru secara langsung akan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan mutu pendidikan anak-anak di daerah. 

Arfian menegaskan, penataan regulasi tunjangan ini harus mencakup seluruh elemen tenaga pendidik secara komprehensif, baik yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), maupun tenaga honorer dan non-ASN. Namun, pemerintah bersama Disdikbud Bontang perlu mempertimbangkan secara matang mengenai nominal tunjangan yang akan ditetapkan tersebut. 

Pasalnya, berbagai pemotongan anggara hingga tersendatnya dana dari pusat cukup mengganggu kondisi fiskal di Kota Taman. Dia berharap, keuangan daerah yang jumlahnya sudah sangat terbatas itu tetap mampu memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan hingga kesejahteraan seluruh pihak. 

Editor: Erwin

Tags:

AdvertorialBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Advertorial.