Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Balikpapan

Sebaran Difteri Sudah Merata

Koran Kaltim
22 Januari 2018
1.2K views
2 min
BALIKPAPAN Youth Spirit mensosialisasikan bahaya difteri. (Foto: Din/kk)

BALIKPAPAN - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan melansir, hingga 20 Januari 2018, ada 17 penderita suspect (dicurigai) difteri. Secara umum, kasus difteri telah ditemukan di 6 kecamatan di Kota Berim“Penyakit Difteri ini kasus lama tahun 50-an. Apabila ada kasus muncul 1 saja, maka itu sudah dinyatakan KLB,” kata Kepala DKK Balikpapan Balerina, Minggu (21/1) kemarin, di sela kegiatan panggung terbuka anak muda melawan difteri, di Lapangan Merdeka.

Meski demikian, menurut Balerina, DKK tidak bisa memilah kecamatan mana saja yang paling rawan sebaran difteri.

“Semua kecamatan. Kita tidak bisa lagi menghitung, atau bilang yang banyak di tengah atau Selatan. Itu sudah merata. Ini difteri kalau sudah 1 (positif difteri), kita anggap menyebar kesemuanya. Dan semuanya kecamatan ada,” ujar dia.

Pemerintah kota sudah menyatakan difteri sebagai kejadian luar biasa (KLB). Saat ini penderita paling, memang tercatat anak-anak, meski memang juga ditemukan kasus suspect difteri pada orang dewasa. “Tapi paling bahaya memang pada anak-anak, karena daya tahan tubuh mereka masih rentan,” tambahnya.

Balerina kembali mengungkapkan, DKK sampai sekarang, masih mengalami kekosongan stok vaksin difteri usia 5-7 tahun. Sementara vaksin usia 1-5 tahun dan 7-19 masih tersedia. 

“Kita akan dapat kiriman dari pusat (Kementerian Kesehatan), sesuai kebutuhan kita. Hanya memang, tempat menyimpan tidak cukup sehingga bertahap. Kita pastikan semua akan diberikan vaksin,” ujarnya.

Pemkot dan DKK berharap, meski status masih KLB, tidak ditemukan korban meninggal dunia. “Pas positif kita langsung KLB. Kita cepat tanggap. Kita langsung lakukan imunisasi, baik belum maupun yang sudah. Ini menambah kekebalan,” jelasnya.

“Penyakit ini bahaya menyebabkan kematian saja tidak ada cacat bagi penderitanya,” demikian Balerina. 

Balikpapan Youth Spirit dalam kesempatan itu di lapangan Merdeka, menggagas kegiatan panggung terbuka melawan difteri. “Jumlah pasien jumlahnya meningkat. Parahnya, banyak masyarakat yang belum tahu bahaya difteri,” kata Koordinator Kegiatan, Sultan Nur Hidayatullah. (din)

Tags:

BalikpapanBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Balikpapan.