Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Balikpapan

Gawat, Difteri Menjalar ke Bontang. Sudah Dua Pasien Dirujuk ke RSUD

Koran Kaltim
26 Januari 2018
1.5K views
2 min
Dirut RSUD Taman Husada dr I Gusti Swardika Spa

KORANKALTIM.COM- Wabah penyakit menular difteri sepertinya mulai menjangkiti Kota BOntang. Seorang anak usia 1,5 tahun, warga di Kelurahan Api-api Bontang Utara, sudah dirawat sejak dua hari lalu di RSUD Taman Husada Bontang.

Direktur RSUD Taman Husada, dr I Gusti Swardika Spa, mengatakan balita tersebut tengah mendapatkan perawatan insentif. Anak kecil berinisial F ini, dikatakan Gusti, kemungkinan besar terkena penyakit difteri, melihat kondisinya yang penuh membran abu-abu di tenggorakannya, dan lehernya membengkak. "Sepertinya F terjangkit usai bepergian ke Malang, begitu sampai Bontang dua hari laku, langsung dibawa ibunya ke RSUD," ujarnya.

Gusti mengatakan, F sudah diinjeksi ADS (antitoksi disfteri aerum) sebanyak 80 ribu unit.  "F ini statusnya sudah  kami kirim ke pusat, dan ada konfirmasinya F  itu profable difteri, yakni kemungkinan besar difteri," jelas Gusti.

Sekitar pukul 09.00 Wita, Gusti mengatakan, ada satu pasien baru asal Km 10, yang tinggal di Pesantren Desa Suak Rahmat, datang ke IGD dengan ciri-ciri terkena difteri. "Barusan ada pasien anak pesantren Km 10, mereka ini kelompok anti vaksin. Dari klinisnya positif, kami juga sudah kirim fotonya ke pusat. Tapi belum ada konfirmasi," ujar Gusti.

Dengan adanya, dua pasien difteri ini Gusti menyebut, kemungkinan besar Bontang bisa dinyatakan KLB difteri. Sebab, sebelumnya tekah ada satu pasien, namun sudah dirawat pulang.(*)


Penulis : Cholis

Editor : Bambang Irawan

Tags:

BalikpapanBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Balikpapan.