KORANKALTIM.COM - Status Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri sejak awal Januari lalu hingga kini belum dicabut oleh Pemkot Balikpapan. Permasalahan yang timbul saat ini masih kekurangan vaksin dan ruang isolasi.
Wakil Ketua Komite III DPD RI, Abdul Aziz saat melakukan kunjungan kerja ke DPRD Balikpapan Senin (5/2) pagi berjanji akan berkomunikasi kepada Kementrian Kesehatan terkait penambahan vaksin difteri.
"Kita sampaikan ke Kementrian Kesehatan seperti aspirasi dari daerah khususnya Balikpapan yang kekurangan vaksin apalagi di Balikpapan berstatus KLB tapi kekurangan vaksin dan ruang isolasi," ungkapnya.
Merebaknya difteri dikatakan dia karena kurangnya kesadaran hidup sehat masyarakat, sehingga mudah menyebar. "Masyarakat harus bersinergi bagaimana membangun Indonesia sehat supaya kesadaran hidup ditingkatkan. Karena kesadaran hidup sehat kita masih rendah," katanya
Ditempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, dr Balerina mencatat terjadi peningkatan suspec difteri di Kota Minyak. Bulan Januari tercatat ada 2 kasus dan meningkat bulan ini menjadi 12 kasus. "Yang positif dari satu orang menjadi 3 orang itu di wilayah Balikpapan Timur," timpalnya.
Dia mengimbau kepada masyarakat ikut berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan. "Intinya tingkatkan kebersihan dilingkungan agar terhindar dari difteri," tandasnya.
Untuk diketahui Pemkot Balikpapan menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri sejak awal Januari lalu. Di mana kekosongan vaksin difteri pada usia 5-7 tahun.
Upaya yang dilakukan Pemkot Balikpapan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk dapat mendistribusikan vaksin difteri ke Balikpapan.
Penulis: Yudi Hadisaputro
Editor: Firman Hidayat




