BALIKPAPAN - Kelompok garis keras atau radikal ditengarai masih berkembang di Balikpapan. Saat ini kepolisian, bersama Kementerian Agama Kota Balikpapan, terus melakukan pengawasan.
“Di Balikpapan ada kelompok radikal. Saya kira kita melakukan pencerahan, dan pembinaan kepada penyuluh agama di semua agama, karena mereka garda terdepan,” kata Kepala Kemenag Kota Balikpapan Hakimin, kemarin.
Hakimin meminta peran aktif masyarakat, untuk memberikan informasi adanya warga yang melakukan kegiatan mencurigakan, sehingga akan mudah terdeteksi dan dilakukan pencegahan penyebaran.
“Kita sama-sama melakukan kewaspadaan dan mendeteksi, kalau ada kegiatan mencurigakan oleh kelompok radikal seperti intoleransi, kemudian ekslusif dan revolusioner. Itu perlu diwaspadai. Oleh sebab itu tim ini akan melakukan upaya,” ujarnya.
Menurut Hakimin, kegiatan sosialisasi bersama para tokoh lintas agama juga kerap dilakukan. Terutama, ketika ada kegiatan bersama antaragama.
“Kami sudah lakukan pertemuan bersama tokoh agama, sudah dilakukan bersama sama untuk memberikan pemahaman. Kalau ada hari keagaamaan seperti pelaksanaan ibadah yang bersamaa, kita bersama Pemda,” terang Hakimin.
Dia menambahkan bahwa Polres Balikpapan, Pemkot dan forum keagamaan di Balikpapan, tanggap dalam pencegahan paham radikalisme.
“Kami bersama sama melakukan sosialisasi, terkait antisipasi paham radikal. Ini tugas bersama, kita lakukan apapun juga, kita harus jaga. Kita tindaklanjuti sesuai tupoksi masing-masing baik dari FKUP, Kesbangpol maupun kepolisian. Sebelumnya sudah berjalan di lapangan, dan apa yang menjadi tanda-tanda radikal kita tanggap,” tutup Hakimin. (yud)




