Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Balikpapan

Kelamaan di TPS, Pedagang Jadi Merugi

Koran Kaltim
13 Februari 2018
940 views
2 min
Kelamaan  di TPS, Pedagang Jadi Merugi

BALIKPAPAN - Sejumlah pedagang yang berjualan di beberapa kios Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Blauran Klandasan, mengaku mengalami kerugian beberapa waktu belakangan ini. Akibat dagangannya sepi dikarenakan sangat sulitnya dijangkau warga akibat lokasinya yang saat ini berada di belakang eks lokasi kebakaran Pasar Blauran Klandasan.

Sejak terbakarnya pasar Blauran Klandasan Balikpapan pada 20 Mei 2012 lalu. Para pedagang terpaksa menempati TPS yang dibangun oleh Pemkot Balikpapan kala itu. Namun sepanjang perjalanannya, TPS tersebut semakin tahun semakin sepi. Bahkan dari ratusan kios yang jumlahnya mencapai 292 kios, sebagian besar sudah tutup.

Nanda seorang tenaga jasa servis hand phone yang menempati kawasan tersebut mengaku, dalam beberapa tahun belakangan ini, pasar tersebut justru semakin hari semakin sepi pengunjung. Bahkan ironisnya banyak sekali kios yang terpaksa tutup.

“Ya kasian kan teman teman pedagang di sini. Gmana mau laku dagangannya, jika kios tempat ia berjualan sangat sepi pengunjung atau pembeli akibat akses jalannya yang sempit dan hanya bisa dilalui sepeda motor saja,” ujar Nanda saat ditemui di kiosnya, Senin (12/2), dikutip dari inibalikpapan.com

Nanda mengharapkan kepada Pemerintah Kota Balikpapan dapat merelokasi ke eks lokasi kebakaran di pasar tersebut. Yang saat ini kawasan tersebut dipergunakan sebagai lahan parkir mobil milik pedagang di kawasan tersebut.

Ia pun menyadari bahwa Pemkot Balikpapan saat ini sedang mengalami devisit anggaran. Namun menurutnya, para pedagang ini hanya meminta agar kios-kios TPS tersebut direlokasikan ke lokasi eks kebakaran. “Saya yakin memindahkan kios kios yang ada di TPS ini dari belakang ke lokasi eks kebakaran tersebut tidak memakan biaya yang sangat besar,” ujarnya.

Jika relokasi ini disetujui, maka secara otomatis kios kios TPS yang ada di belakang pasar, bisa dijadikan lahan parkir para pengunjung yang datang  ke pasar. (ib)

Tags:

BalikpapanBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Balikpapan.