Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Balikpapan

Kasus Minyak Cemari Laut, Sudah Ada yang Mesti Tanggungjawab

Koran Kaltim
16 April 2018
922 views
1 min
KAPOLDA Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto. (Foto: Yudi/kk)

BALIKPAPAN - Rencana pengangkatan pipa patah milik Pertamina di perairan teluk Balikpapan kembali ditunda, tanpa alasan yang jelas. Hingga Senin (16/4) kemarin, Pertamina akan terus berupaya mengangkat pipa itu. Sementara dari kepolisian, pihak yang bertanggungjawab terkait kasus itu sudah dimintai keterangan.

Area Manager Communication & Relations Pertamina Refinery Unit (RU) V Alicia Irzanova mengatkaan, bahwa pengangkatan pipa minyak itu kembali dijadwalkan Rabu (18/4) besok.

“Ditunda hari ini mas belum ada pengangkatan pipa, rencana Rabu ya. Nanti kita kabari,” kata Alicia, dikonfirmasi Senin (16/4) kemarin.

Terpisah, Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto mengatakan, saat ini pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti serta keterangan saksi-saksi, dan juga keterangan ahli.

“Kita sedang menunggu hasil laboratorium, menunggu hasil pemeriksaan saksi ahli, menunggu hasil pengangkatan pipa yang di bawah laut,” ujarnya.

Dikatakan Priyo, bahwa pengangkatan pipa crued oil milik Pertamina tersebut memang membutuhkan waktu, mengingat kedalaman dan beban pipa. “Nanti belum cukup sehari. Itu kan panjang, harus nunggu crane. Nanti puslabfor yang akan membagi berapa panjang pipa yang akan dibawa,” ujar Priyo.

Dia memastikan dalam proses penyelidikan dan penyidikan, tidak menemui kendala.”Tidak ada kendala kita nunggu Puslabfor, orang yang bertanggungjawab sudah kita periksa. Tinggal setelah itu kita simpulkan yah,” tandasnya. (yud)

Tags:

BalikpapanBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Balikpapan.