Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Balikpapan

GMNI Galang Penolakan Eksploitasi Karst Mangkalihat

Koran Kaltim
8 April 2019
856 views
1 min
Aktivis GMNI Balikpapan menggalang dukungan penolakan eksploitasi karst Sangkulirang Mangkalihat. (Istimewa/KoranKaltim.Com)

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggalang dukungan masyarakat Balikpapan untuk menolak eksploitasi pegunungan karst Sangkulirang Mangkalihat di Kutai Timur. Aksi itu dilakukan di Lapangan Merdeka, Minggu kemarin (7/4/2019).

Penggalangan dukungan berupa pengumpulan tanda tangan dan diisi orasi serta pembacaan musikalisasi puisi yang menegaskan eksploitasi karst dapat menyebabkan kerusakan lingkungan.

"Kami ingin menunjukan bahwa masyarakat Balikpapan juga peduli dan menolak rencana eksploitasi pegunungan karst," kata penanggung jawab aksi, Andi Indar melalui rilis yang diterima korankaltim.com.

Menurutnya, kawasan karts tersebut tidak hanya mengadung kapur, namun juga penghasil sumber air bagi flora dan funa serta masyarakat sekitar. Kawasan itu juga terdapat bidang plaeonotologi, arkeologi situs fosil struktur geologi mineral.

Sehingga Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) melindungi kawasan karst Sangkulirang Mangkalihat. "Aksi ini kelanjutan dari unjuk rasa depan kantor Gubernur Kaltim di Samarinda beberapa waktu lalu," tegasnya.

Untuk diketahui, karst di Kutai Timur mengandung deposit kapur yang tinggi sebagai bahan baku semen. Sehingga, investor asal Zhengjiang yang merupakan perusahaan raksasa Hongshi Holdings siap berinvestasi sebesar USD2,1 miliar atau sekitar Rp29 triliun.


Penulis / Editor : Hendra


Tags:

BalikpapanBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Balikpapan.