Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Balikpapan

Dorong Pengembangan UMKM Klaster Bawang dan Cabai

Koran Kaltim
1 Mei 2019
1.1K views
2 min
Salah satu lahan perkebunan klaster bawang binaan BI yang berhasil panen beberapa waktu lalu di Kabupaten Penajam Paser Utara. (Istimewa/KoranKaltim.Com)

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Bank Indonesia mendorong pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Timur. Salah satunya adalah pengembangan klaster bawang.

Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kpw BI Balikpapan, Thomy Andryas mengatakan, program itu untuk mewujudkan kualitas dan peningkatan akses keuangan pelaku UMKM.

"Klaster merupakan sekelompok UMKM yang beroperasi pada sektor atau sub sektor yang sama dan saling berkaitan dari hulu ke hilir. Saat ini yang dikembangkan adalah klaster bawang dan cabai," kata Thomy Andryas, Selasa kemarin (30/4/2019).

Kedua klaster tersebut dikembangkan di Gunung Bubukan Kota Balikpapan dan Desa Rintik di Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai upaya perbaikan produksi dan meningkatkan kompetensi petani. "Dilaksanakan secara tahun jamak mulai 2017 sampai 2020," ucapnya.

Sehingga tak hanya memberikan pendampingan, BI juga berupaya memberikan akses pasar bagi petani yang memproduksi kedua komoditas penyumbang inflasi tersebut.

"Tahun ini dilakukan hilirasi yakni bawang merah diolah menjadi bawang goreng, jadi akses pasar dan akses keuangan juga meningkat," jelasnya.

Diketahui produksi klaster bawang merah di Kota Balikpapan berhasil mencapai 24,53 ton pada triwulan pertama 2019 dengan produktivitas rata-rata 7,38 ton per hektare. Sedangkan Kabupaten Penajam Paser Utara memproduksi 100,88 ton dengan produktivitas rata-rata 8,66 ton per hektare.

"BI juga mengembangkan klaster cabai nonpestisida. Konsepnya sama dengan klaster bawang tapi masih berupa proyek percontohan, mulai dari persiapan, implementasi hingga petani benar-benar bisa mandiri," terangnya.

BI, lanjut Thomy, turut mengembangkan klaster padi organik di Kabupaten Kutai Barat dan Berau. Termasuk pengembangan sapi di Kota Samarinda yang berjalan sejak 2015 silam. (*)


Penulis / Editor : */Hendra



Tags:

BalikpapanBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Balikpapan.