Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Balikpapan

Aktivitas IRT Meningkat, Waspada Kebakaran

Koran Kaltim
8 Mei 2019
777 views
2 min
Kebakaran yang terjadi di kawasan Muara Rapak beberapa waktu lalu ini menjadi contoh agar warga mewaspadai penggunaan kompor dan peralatan elektronik rumah tangga. (Hendra/KoranKaltim.Com)

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Aktivitas masyarakat biasanya meningkat saat Ramadan. Terutama kaum ibu yang kesibukannya di dapur untuk menyiapkan santapan berbuka maupun sahur.

Sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan memberlakukan status siaga bencana yang bisa menimbulkan korban jiwa.

"Bencana yang diwaspadai itu seperti kebakaran, banjir dan tanah longsor," kata Kepala BPBD Balikpapan, Suseno, Selasa kemarin (7/5/2019).

Khusus untuk musibah kebakaran menjadi perhatian serius di Ramadan tahun ini. "Ibu-ibu jangan meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, berbahaya," pesannya.

Peringatan itu disampaikan karena kaum ibu kerap lupa mematikan kompor ketika aktivitasnya sedang tinggi. Termasuk pula penggunaan peralatan elektronik rumah tangga yang bisa memicu korsleting atau hubungan listrik berarus pendek.

"Rata-rata kebakaran yang terjadi di kota ini karena diawali korsleting. Jadi hati-hati kalau memakai perangkat elektronik. Sebaiknya dimatikan ketika hendak meninggalkan rumah," imbaunya.

Dirinya juga mengapresiasi sinergitas BPBD dengan beberapa Organisasi Perangkat Dinas (OPD) dan organisasi kemasyarakat serta komunitas dalam penanganan kebakaran.

Sehingga proses pemadamannya lebih cepat. "Rata-rata penanganan satu jam dari awal mendapat informasi kebakaran hingga pemadaman di lokasi kejadian," ujarnya.

Ia juga menginginkan masyarakat bersikap kooperatif dalam setiap kejadian atau musibah kebakaran. Pasalnya, tak jarang masyarakat hanya sekadar menonton saja ketimbang membantu.

"Tentunya itu menyulitkan petugas kami dan petugas dari unit lainnya untuk memadamkan api yang berkobar. Padahal kebakaran musibah, bencana, bukan bahan tontonan," pungkasnya. (*)


Penulis / Editor : */Hendra

Tags:

BalikpapanBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Balikpapan.