Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Balikpapan

Aksi Ojol Dua Anak, Rela Tunda Orderan Demi Atur Lalu-lintas hingga Urai Kemacetan di Balikpapan

Koran Kaltim
12 Desember 2022
533 views
3 min
Radiyanti saat dikunjungi petugas Sat PJR Ditlantas Polda Kaltim dirumahnya pada Senin (12/12/2022). (Foto: Yudi Hadi/Korankaltim.com)

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Di bawah terik matahari, seorang perempuan sibuk memecah kemacetan lalu lintas jalan. Siang itu, Jumat (9/12/2022) aksinya terekam kamera hingga viral di media sosial.

Perempuan bernama Radiyanti tanpa pikir panjang, memarkirkan sepeda motornya ketika melihat kemacetan panjang di simpang Wika Jalan MT Haryono. Jaket hijau khas ojek online salah satu operator startup transportasi dikenakan.

Di mana kala itu ibu dua anak ini hendak mengantarkan orderan makanan kepada customernya di kawasan Jalan Syarifudin Yoes,  Balikpapan Selatan. Tanpa ba bi bu,  wanita 36 tahun itu turun dari sepeda motor matic-nya dan mengatur lalu lintas.

"Pada saat itu Jumat sekitar jam 12.00 Wita, waktu itu saya mau mengantar orderan dari Balikpapan Baru ke Syarifudin Yoes, lalu waktu lewat di simpang tiga Wika itu kondisinya macet total baik dari tiga arah itu. Mobil dan sepeda motor sudah di tengah semua jadi gak ada yang mau mengalah sehingga terjadilah kemacetan panjang,"ujar Radiyanti, saat ditemui dikediamannya Senin (12/12/2022) siang di Jalan MT Haryono Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara.

Dia menunda tanggungjawab mengantarkan orderan makanan, menurutnya kepentingan umum jauh lebih penting. Tangannya memberikan isyarat berhenti selanjutnya bergantian memberikan isyarat agar kendaraan melaju.

"Pada saat itu saya bawa orderan makanan sebenarnya dari estimasi terlambat, cuma saya jelaskan kepada customer mohon maaf kalau terlambat karena tadi di simpang wika sempat macet. Saya di situ sekitar 15 menit sebelum ada petugas Kepolisian yang datang gak lama kemudian datang,"tuturnya.

Dia meminta kepada pengguna jalan untuk lebih bersabar, terlebih di Balikpapan banyak proyek pembangunan yang menimbulkan kemacetan. Oleh sebab itu, antrean seharusnya dilakukan dengan baik.

"Kan sudah tahu kondisi lalu lintas di Balikpapan ini sudah macet, belum lagi banyak proyek juga. Mohon sabar dan bergantian kalau sudah tahu macet kita semua pasti ingin buru-buru cepat sampai ditujuan hanya saja ketika kita egois kita maunya di depan sudah ada yang mau lewat kemudian kita menyerobot itu yang bikin biang kemacetan akhirnya yang tadinya mau cepat maka jadi lambat merugikan kita merugikan semua orang,"urainya.

Menurutnya ketika ada petugas Polantas, arus lalu lintas berjalan lancar. Namun berbanding terbalik ketika petugas tidak ada di lokasi. Para pengendara mengutamakan kepentingan pribadinya.

"Kalau ada petugas tidak apa-apa, kalau pas tidak ada ini sedangkan kita juga harus maklum tidak mungkin petugas itu stand by terus menerus dari pagi sampai sore, jadi mereka juga punya tugas lain entah itu di pos entah itu istirahat jadi kita sebagai pengguna jalan harus juga bisa toleransi dengan pengguna jalan lainnya,"katanya.

Aksi Radiyanti diapreasi Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Kaltim, selain memberikan ucapan terimakasih atas bantuan melakukan pengaturan lalu lintas, PJR Polda Kaltim juga memberikan bantuan bahan pokok.


Penulis: Yudi Hadi
Editor: Rusdi


Tags:

BalikpapanBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Balikpapan.