Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Dalam waktu kurang sepekan, dua peristiwa gelombang tinggi melanda pesisir Kota Balikpapan, mengakibatkan satu korban jiwa serta kerusakan bangunan tempat tinggal warga.
Kedua insiden yang terjadi di lokasi berdekatan tersebut dipicu penguatan pola angin monsun Australia yang menarik massa udara dari tenggara menuju barat laut.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, menjelaskan aliran angin tersebut diperkuat oleh adanya Siklon Tropis Buffy yang berkembang di sekitar Laut Filipina bagian timur laut.
“Percepatan angin akibat siklon tersebut membuat gesekan antara angin dan permukaan laut menjadi lebih intens, sehingga memicu gelombang tinggi di sejumlah wilayah, termasuk Balikpapan dan Penajam Paser Utara,” ujar Huda, Senin (13/7/2026).
Menurut Huda, gelombang saat kejadian mencapai ketinggian 1,25 hingga 2 meter. Kondisi ini tergolong ekstrem bagi perairan Kalimantan Timur yang biasanya memiliki tinggi gelombang di bawah 1,25 meter, karena secara geografis perairannya dangkal dan terlindungi oleh gugusan pulau di bagian selatan seperti Jawa dan Nusa Tenggara.
Ia menambahkan, fenomena ini berkaitan erat dengan musim kemarau saat ini, di mana pola angin monsun Australia bergerak dominan dari arah timur menuju wilayah barat Indonesia.
Kondisi tersebut membuat aktivitas di sepanjang pesisir Balikpapan menjadi sangat berisiko, terutama bagi nelayan tradisional yang menggunakan perahu konvensional berukuran kecil serta sektor pariwisata.
Meskipun saat ini tren tinggi gelombang mulai menunjukkan penurunan seiring melemahnya Siklon Tropis Buffy yang telah bergerak memasuki daratan Tiongkok, BMKG tetap meminta masyarakat untuk tidak lengah.
“Diperkirakan tinggi gelombang dalam dua hingga tiga hari ke depan akan terus menurun hingga di bawah 1,25 meter. Namun, kami tetap mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan untuk waspada. Jika kecepatan angin masih di atas 30 kilometer per jam, aktivitas di laut lepas tetap berisiko tinggi,” pungkasnya.
Editor: Erwin




