Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN- Penumpang Kapal KM Bukit Siguntang yang baru berangkat dari Pelabuhan Semayang menuju Pare-Pare, Sulawesi Selatan, digegerkan oleh kabar melompatnya seorang penumpang tak lama setelah berlabuh.
Kasi Ops Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A atau Basarnas Balikpapan, Endrow Sasmita mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (13/7/2026) pagi sekitar pukul 05.19 WITA. Informasi darurat ini kemudian diterima dan dikonfirmasi oleh pihak PT Pelni Balikpapan serta VTS Balikpapan pada pukul 05.40 WITA.
"Selang 15 menit setelah informasi diterima, kami langsung menuju Lokasi Kejadian Perkara (LKP)," jelas Endrow di lokasi kejadian.
Basarnas lantas mengerahkan satu tim rescue menggunakan satu unit kapal Rigid Boating Boat (RBB) 12 meter dari Pelabuhan Somber Balikpapan menuju titik kejadian yang berjarak sekitar 5,5 nautical mile.
Titik pencarian pun berada di Pelabuhan Semayang Balikpapan, serta Pantai Kemala Bhayangkari, terlihat pula personel dari TNI-Polri turut mengerahkan speed guna mempercepat dalam melakukan pencarian.
"Jadi operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan, mulai dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, TNI-Polri, relawan, dan unsu6terkait lainnya," paper Endrow.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Korankaltim, korban melompat dari dek 5 gangway sebelah kiri. Posisi kejadian tercatat berada di koordinat 01°19.384' S / 116°49.333' E di sekitar Bui 9 alur pelayaran Kota Balikpapan, tepatnya masih di sekitaran Melawai.
"Dan pencarian kami lakukan hingga 1 Nautical Mile darintitik awal kejadian," ungkapnya.
Sebelumnya, pihaknya juga sempat menerima informasi dari salah satu kapal tunda (tugboat KM JTL 001) yang melintas di lokasi pada pagi tadi sekitar pukul 05.55 Wita. Kapal tersebut sempat melihat korban dalam keadaan terapung di sekitar Bui 9, namun akibat ombak yang tinggi, korban gagal terevakuasi dan kembali hilang.
Ombak yang memiliki ketinggian 1 hingga 1,5 meter itu pun lantas juga menjadi tantangan tim SAR gabungan dalam melakukan pencarian hingga siang ini. Selain itu, padatnya lalu lintas di kawasan maritim tersebut turut menjadi tantangan. "Sampai saat ini, kami juga masih belum mengantongi identitas korban," tuntas Endrow.
Editor: Aspian Nur




