Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Berita Terkini

AFP Kaltim Tegaskan Tak Cabut Sanksi untuk Pemain Futsal Bilal FC Paser Fredik Dale yang Pukul Lawan di Laga Final

Koran Kaltim
11 Agustus 2026
0 views
3 min
Situasi panas saat pemain Fredik Dale melakukan tindakan anarkis di lapangan. (Foto: Istimewa)

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Sepertinya karir Fredik Dale sebagai pemain futsal di Kalimantan Timur sudah selesai. 

Itu setelah Asosiasi Futsal Provinsi Kalimantan Timur (AFP Kaltim) memastikan menjatuhkan sanksi terhadap pemain klub Bilal FC Paser itu berupa larangan mengikuti dan bermain dalam kompetisi atau pertandingan futsal di wilayah Kaltim tanpa batas waktu yang ditentukan.

Sanksi tersebut dijatuhkan sebagai bentuk pembinaan sekaligus memberikan efek jera agar para pemain menjaga sportivitas dalam setiap pertandingan.

Kepada Korankaltim.com Selasa (11/8/2026) hari ini, Ketua AFP Kaltim Adnan Faridhan menegaskan mereka tidak akan mencabut sanksi terhadap Fredik Dale karena ketegasan tersebut diperlukan untuk menjadi pembelajaran bagi seluruh pemain, baik profesional maupun amatir yang berlaga dalam kompetisi di wilayah Kaltim.

“Kami sanksi dengan tegas supaya memberikan efek jera kepada semua pemain profesional maupun amatir yang berlaga di kompetisi yang ada di wilayah Kalimantan Timur untuk menjaga sportivitasnya dan kami tidak akan mencabut sanksi itu,” kata Adnan.

Keputusan memberikan sanksi tegas tersebut sekaligus menjadi perhatian bagi pemain lainnya agar lebih menjaga sikap, baik ketika berada di dalam maupun di luar lapangan.

Setiap pemain diminta menjunjung tinggi rasa saling menghormati terhadap lawan. Sikap provokatif, tindakan anarkis, brutal, intimidasi hingga tindakan fisik terhadap pemain lain dinilai tidak seharusnya terjadi dalam pertandingan futsal. Ia menilai, upaya ini agar pemain-pemain lain juga bisa menjaga attitude-nya, baik itu di lapangan maupun di luar lapangan.

“Bagaimana dia bersikap terhadap pemain lain, harus respek, harus menjaga sportivitas, jangan memprovokasi, jangan melakukan tindakan-tindakan anarkis atau brutal, atau mengintimidasi pemain lain,” ucap Adnan.

Sanksi kepada Dale berlaku terhadap seluruh kompetisi yang berada dalam ruang lingkup AFP Kaltim dan klub-klub futsal di Benua Etam diminta tidak mengikutsertakan Fredik Dale apabila hendak berlaga dalam kompetisi di bawah naungan AFP Kaltim.

“Selama itu masih ruang lingkup Kalimantan Timur kami mengimbau untuk semua klub untuk tidak mengikutsertakan pemain tersebut ke dalam timnya apabila ingin berlaga di provinsi ini dan  ada di bawah Asosiasi Futsal Kalimantan Timur,” paparnya.

Sebelumnya, melalui Surat Keputusan Sanksi Disiplin Nomor 267/AFI-KALTIM/VI/2026, Fredik Dale dijatuhi larangan mengikuti dan bermain dalam kompetisi maupun pertandingan futsal di wilayah Kalimantan Timur hingga batas waktu yang tidak ditentukan dan sanksi berlaku sejak 10 Agustus kemarin.

Selama sanksi berlangsung, Fredik Dale juga dilarang didaftarkan, dimainkan maupun mengikuti pertandingan yang berada dalam ruang lingkup kewenangan asosiasi futsal di Kaltim.

Aksi kasar Fredik Dale diperlihatkan saat timnya Bilal FC tampil pada final Turnamen Paser Futsal Open Championship (PFOC) 2026 di GOR Sadurengas Desa Tapis, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser Senin (10/8/2026) kemarin.

Saat itu Fredik Dale dalam rekaman video yang beredar melakukan aksi protes dan mendatangi pemain FC Windu Taka Nusantara dan langsung melakukan tindakan pemukulan di wajah pemain lawan. Saat aksi pemukulan berlangsung Bilal FC sudah tertinggal 0-3 dari sang lawan.

Editor: Aspian Nur

Tags:

Berita TerkiniBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Berita Terkini.