Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Headline

Korban Dugaan Pelecehan di Ponpes Samarinda Bertambah, Empat Orang Kini Melapor

Koran Kaltim
28 Juni 2026
0 views
2 min
Ilustrasi kasus pencabulan terhadap anak dibawa umur. (Foto: magnific.com)

Penulis: Adnan Abdul 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Jumlah korban yang melaporkan dugaan pelecehan seksual dan persetubuhan yang diduga dilakukan oleh pimpinan salah satu pondok pesantren (ponpes) di Samarinda kembali bertambah.

Hingga kini, total empat korban telah mendapat pendampingan Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur (Kaltim) dalam proses hukum di Polresta Samarinda.

Ketua TRC PPA Kaltim Rina Zainun mengatakan, satu korban tambahan menjalani pendampingan pada Jumat (26/6/2026) untuk menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan visum.

“Betul, Jumat kemarin kami mendampingi korban untuk menjalani BAP sekaligus melakukan visum,” ujar Rina saat dikonfirmasi, Minggu (28/6/2026).

Menurutnya, sebelumnya terdapat tiga korban yang didampingi. Kini jumlah tersebut bertambah menjadi empat orang, dengan korban terbaru merupakan dugaan kasus yang terjadi pada 2024.

“Ada empat korban yang kami dampingi, dan Jumat kemarin ada satu tambahan korban. Korban tambahan ini merupakan kasus yang terjadi pada tahun 2024,” jelasnya.

Rina menyebut korban terbaru masih menunggu pemeriksaan lanjutan serta hasil visum sebagai bagian dari proses penyidikan. TRC PPA juga akan terus berkoordinasi dengan penyidik serta psikolog dari UPTD PPA dan RSJD Atma Husada Mahakam untuk memastikan kondisi psikologis para korban tetap terpantau.

“Korban yang baru ini masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dan hasil visumnya keluar. Kami akan terus mendampingi selama proses hukum berjalan,” katanya.

Ia juga tidak menutup kemungkinan masih ada korban lain yang akan melapor seiring proses penyelidikan yang masih berlangsung.

“Kemungkinan masih ada korban lain. Tentu apabila ada, itu akan melengkapi proses BAP nantinya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Rina mengungkapkan berdasarkan keterangan para korban, seluruh korban diduga mengalami pola perlakuan yang sama. Terduga pelaku disebut menggunakan modus “nikah batin” dengan dalih menghalalkan hubungan yang sebelumnya dianggap haram.

“Perlakuannya sama. Semua korban dinikahi batin. Modusnya dari haram menjadi halal melalui nikah batin,” pungkasnya.

Editor: Erwin

Tags:

HeadlineBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Headline.