Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Headline

Longsor di Bantaran Sungai Mahakam, Dua Dapur Rumah Warga Desa Embalut Tenggarong Seberang Roboh

Adi Putra
14 Juli 2026
0 views
2 min
Seorang warga berupaya menyelamatkan sisa barang dirumahnya usai insiden tanah longsor di kawasan Bantaran Sungai Mahakam, Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Bencana tanah longsor melanda kawasan permukiman di bantaran Sungai Mahakam tepatnya di wilayah RT8 Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Peristiwa tersebut terjadi Selasa (14/7/2026) pagi tadi sekitar pukul 07.30 WITA, mengakibatkan dua rumah warga ambruk dan mengalami rusak berat pada bagian belakang. Kepanikan sempat melanda warga sekitar saat insiden berlangsung. 

Suara gemuruh dari retakan tanah dan dinding bangunan yang mulai bergeser seketika memicu teriakan dari warga. Para penghuni rumah yang terkejut langsung berlarian keluar untuk menyelamatkan diri. 

Dua rumah yang ambruk dalam musibah ini adalah milik Karmi dan Rudi. Kepala Desa Embalut Yahya mengatkan, berdasarkan informasi di lapangan, area yang amblas dan runtuh ke dasar sungai merupakan bagian dapur dari kedua rumah tersebut. 

Beruntung, saat struktur bagian belakang ambrol, kedua pemilik rumah beserta keluarganya masih berada di dalam ruangan bagian depan bangunan, sehingga mereka terhindar dari reruntuhan. 

Amblasnya tanah diduga kuat terjadi akibat pergeseran struktur tanah di bawah permukaan sungai yang mengikis area pondasi bangunan warga. 

Menanggapi potensi longsor susulan yang bisa meluas, Yahya menjelaskan pihak desa belum bisa memberikan kepastian karena debit air sungai yang masih dalam menyulitkan pemantauan visual di bawah permukaan. 

"Terkait potensi longsor akan meluas, sementara masih diteliti dulu karena air masih dalam jadi belum bisa dipastikan. Kami dari Pemdes mengimbau warga sekitar agar tetap berhati-hati. Kami juga akan meminta dinas terkait untuk segera melakukan pengecekan ke lokasi," ujar Yahya. 

Meskipun menyebabkan kerusakan infrastruktur yang parah, dipastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam musibah ini. 

"Penghuni rumah saat kejadian berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum bangunan penopang utama runtuh sepenuhnya," sebut Yahya. 

Hingga kini, kerugian materiil akibat ambruknya bagian dapur dua rumah tersebut belum dapat dipastikan karena kondisi di lapangan masih dalam penanganan intensif. 

Warga setempat bersama pihak relawan dan aparatur desa kini tengah bersiaga untuk mengantisipasi adanya potensi pergerakan tanah atau longsor susulan, mengingat karakteristik tanah di sepanjang tepian Sungai Mahakam yang rawan abrasi. 

Pemerintah daerah dan instansi teknis pun diharapkan segera turun tangan guna memberikan bantuan darurat serta melakukan pemetaan mitigasi bencana lebih lanjut bagi warga yang bermukim di zona rawan tersebut. 

Editor: Aspian Nur

Tags:

HeadlineBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Headline.