Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Nasional

Mendalami Struktur Menara Miring Pisa, Bangunan di Italia yang Bertahan 850 Tahun dan Tak Runtuh Meski Ada Gempa Bumi

Koran Kaltim
13 Desember 2025
0 views
3 min
Menara Pisa, destinasi wisata di Italia. Pondasi yang hanya sedalam tiga meter di lahan rawa menjelaskan masalah geoteknik bangunan yang berdiri sejak tahun 1173. (efe)

KORANKALTIM.COM - Menara Miring Pisa  yang terletak di wilayah Toskana, Italia, menarik ribuan wisatawan setiap tahunnya dengan kemiringannya yang khas. Pembangunan struktur menara ini dimulai pada tahun 1173 sebagai menara lonceng untuk katedral setempat.

Sampai hari ini, menara tersebut masih berdiri tegak meskipun terkenal miring dan telah bertahan dari lebih dari empat gempa bumi besar selama 850 tahun. 

Sejak awal pembangunan, menara tersebut ternyata sudah menunjukkan tanda-tanda ketidakseimbangan. Para arsitek mendeteksi kemiringan tersebut saat membangun lantai ketiga.

Menara yang rencananya akan mencapai ketinggian 56 meter itu hanya memiliki pondasi sedalam tiga meter di atas tanah yang tidak stabil. 

Kata "Pisa" sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti "tanah rawa ," menjadi pertanda masalah geoteknik yang akan memengaruhi seluruh proyek bangunan menara tersebut.

Saat upaya untuk memperbaiki ketidakrataan dimulai, menara itu menjadi pusat perebutan kekuasaan antara negara-kota Italia, hal mana yang membuat pekerjaan dihentikan selama lebih dari satu abad dan dalam jeda pekerjaan itu bangunan dan pondasinya mengendap, sebuah proses penting yang mencegah keruntuhan langsung. 

Melansir dari laman bbc.com Sabtu (13/12/2025) hari ini, tanpa periode istirahat akibat perebutan kekuasaan itu, Menara Pisa kemungkinan besar akan runtuh sepenuhnya.

Pembangunan akhirnya dilanjutkan pada tahun 1272. Arsitek utama Giovanni di Simone memutuskan untuk mengimbangi kemiringan dengan menambah ketinggian disisi yang lebih rendah. Upaya ini malah menjadi bumerang, karena beban tambahan menyebabkan penurunan lebih lanjut. Pembangunan baru selesai menjelang akhir abad ke-14, sehingga menghasilkan siluet miring yang sampai sekarang dikenal.

Pada titik paling kritisnya, menara tersebut miring hingga sudut 5,5 derajat, menimbulkan kekhawatiran yang sangat besar. Antara tahun 1990 dan 2001, sebuah tim insinyur menyingkirkan tanah dari sisi atas untuk mengurangi sudut kemiringan sehingga kemiringan berkurang menjadi 3,97 derajat. Menurut para ahli restorasi, penyesuaian fisik ini seharusnya memastikan struktur tetap stabil setidaknya selama 200 tahun.

Sejarah terkini menara ini berpusat pada sebuah teka-teki yang telah memikat banyak insinyur yaitu ketahanan struktural menara lonceng, terlepas dari kondisi seismik di Toskana.

Wilayah ini yang terletak di pertemuan lempeng tektonik Afrika dan Eurasia, mengalami tingkat seismisitas yang tinggi. Bangunan modern lainnya telah runtuh akibat gempa bumi, tetapi Menara Miring Pisa tetap utuh.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh tim dari Universitas Roma Tre dan Universitas Bristol, kuncinya terletak pada fenomena yang disebut Dynamic Soil-Structure Interaction (DSSI) atau interaksi dinamis tanah-struktur.

Para peneliti menganalisis data seismologi, geoteknik dan struktural yang dikumpulkan selama berabad-abad dan menyimpulkan kombinasi tanah lunak dan struktur tinggi yang kaku mengurangi resonansi gempa bumi. Efek DSSI menawarkan mekanisme perlindungan unik untuk menara tersebut.

Giuseppina Mylonaki , seorang ahli di bidang teknik seismik dan geoteknik di Universitas Bristol, menjelaskan kalau tanah yang sama yang menyebabkan menara miring dan hampir runtuh juga telah meningkatkan kemampuannya untuk menahan peristiwa seismik.

Menurut pernyataan institusional ini, Menara Miring Pisa memiliki catatan dampak DSSI yang belum pernah terjadi sebelumnya, menjadikannya studi kasus terkemuka di bidangnya.

Penelitian ini akan dipresentasikan pada Konferensi Eropa tentang Rekayasa Gempa Bumi, yang akan diadakan Juni 2026 mendatang di Thessaloniki, Yunani. Temuan ini membantu memahami bagaimana menara tersebut melampaui ekspektasi dan mampu bertahan dari bencana alam yang menghancurkan struktur lainnya.

Terlepas dari keberhasilan stabilisasinya dan penjelasan ilmiah tentang ketahanannya, para spesialis memperingatkan Menara Miring Pisa tidak sepenuhnya aman dari keruntuhan di masa depan.

Kemiringan tersebut, meskipun telah dikurangi, tetap merupakan risiko jangka panjang. Untuk saat ini, intervensi teknis dan kekhasan tanah Italia memungkinkan monumen tersebut tetap berdiri tegak.

Daya tarik menara ini tidak hanya terletak pada penampilan visualnya, tetapi juga pada hubungan unik antara teknik, sejarah dan geologi. Pisa terus menarik pengunjung dari seluruh dunia, serta para spesialis yang tertarik dengan fenomena arsitektur unik ini.


Editor: Aspian Nur

Tags:

NasionalBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Nasional.