Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Nasional

Tangkap Ikan Ilegal, Kapal Malaysia Ditembaki hingga Tenggelam di Thailand

Adi Putra
23 Februari 2026
0 views
2 min
Ilustrasi kapal pukat Malaysia tenggelam dan awak ditahan usai kedapatan menangkap ikan secara ilegal di perairan Thailand. (Istimewa)

KORANKALTIM.COM, BANGKOK - Kapal patroli Angkatan Laut Thailand melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal pukat berbendera Malaysia yang diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Thailand. 

Insiden itu terjadi setelah kapal tersebut bermanuver dan berupaya menabrak kapal patroli. Kapal pukat itu kemudian tenggelam, sementara awaknya diamankan, ujar juru bicara Angkatan Laut Thailand, Laksamana Muda Parach Rattanachaiyapan.

“Pada 20 Februari 2026, kapal-kapal nelayan Thailand melaporkan kepada Komando Wilayah Tiga Angkatan Laut Thailand tentang delapan hingga sepuluh kapal pukat kecil Malaysia yang melakukan penangkapan ikan ilegal di perairan teritorial Thailand, delapan mil laut dari Pulau Lipe,” kata Parach dilansir dari Antaranews, Senin (23/2/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Angkatan Laut Thailand mengerahkan kapal patroli ke lokasi. Parach menjelaskan, tembakan peringatan dilepaskan setelah salah satu kapal pukat bergerak mendekat dengan indikasi hendak menabrak kapal patroli.

Berdasarkan informasi nelayan setempat, terdapat sedikitnya 10 kapal Malaysia yang berada di wilayah perairan Thailand. Melalui pengeras suara, awak kapal patroli meminta kapal-kapal tersebut mematikan mesin dan bersiap untuk diperiksa.

“Sebagian besar kapal pukat berusaha segera meninggalkan perairan Thailand, namun satu kapal bermanuver sangat dekat dengan kapal Angkatan Laut dengan indikasi jelas hendak menabrak,” ucap Parach.

Dalam insiden tersebut, tembakan peringatan menyebabkan satu awak kapal pukat mengalami luka. Dua orang lainnya diamankan, sementara kapal itu akhirnya tenggelam.

Parach menambahkan, tiga awak kapal pukat tersebut merupakan warga negara Thailand yang bekerja secara kontrak di Malaysia. Korban luka telah mendapat perawatan di rumah sakit di Provinsi Satun, wilayah selatan Thailand yang berbatasan dengan Malaysia. Adapun dua awak lainnya diserahkan kepada aparat penegak hukum setempat dan ditahan sesuai putusan pengadilan.

Editor: Erwin

Tags:

NasionalBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Nasional.