Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Nasional

Kementan Siapkan Anggaran Rp371 Triliun, Stafsus Ajak Alumni Perguruan Tinggi Kembangkan Inovasi

Koran Kaltim
24 September 2026
0 views
•2 min
Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Prof. Dr. Sam Herodian. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian RI membuka ruang lebih bagi perguruan tinggi dan jejaring alumninya untuk berkontribusi dalam program pengembangan pertanian nasional. 

Peluang tersebut dapat dimanfaatkan melalui inovasi, teknologi hingga pengembangan industri pendukung sektor pertanian. 

Hal ini disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Prof. Dr. Sam Herodian. Menurutnya, pemerintah tidak mungkin menjalankan seluruh program pertanian secara mandiri.

Maka dari itu, ia mendorong Ikatan Alumni Unmul (IKA Unmul) dan beberapa ikatan alumni di seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk dapat berpartisipasi dalam program tersebut.

“Ayo lah IKA Unmul atau IKA-IKA di seluruh Indonesia kita harapkan partisipasinya. Perkembangan teknologinya, inovasinya diharapkan muncul dari situ,” ujar Sam, Kamis (24/9/2026).

Adapun perguruan tinggi yang terlibat dalam program pemerintah diantaranya Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang memiliki peran berbeda sesuai dengan bidang keahlian mereka.

Sam mengatakan keterlibatan kampus saat ini tidak sekadar penelitian saja, melainkan berkontribusi menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung di sektor pertanian. Salah satunya pengembangan alat dan mesin pertanian serta Industri pendukung.

Pemerintah, kata dia membutuhkan lebih banyak inovasi yang mampu mendorong produktivitas petani sekaligus memberikan kesejahteraan bagi para petani di seluruh Indonesia.

“Pak Menteri sangat ingin inovasi-inovasi baru yang bisa membantu persediaan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani,” katanya.

Dengan tujuan tersebut, Kementerian memberikan dukungan anggaran yang cukup besar senilai Rp371 triliun secara nasional dan diharapkan dapat disambut oleh para alumni perguruan tinggi.

Besarnya alokasi dana tersebut membuka peluang ekonomi yang jauh lebih luas. Sebab, belanja pemerintah di sektor pertanian dapat menggerakkan rantai ekonomi lainnya.

Dirinya mencontohkan, jika proyek pemerintah berjalan di daerah terdapat efek domino yang dirasakan masyarakat seperti aktivitas produksi, transportasi, pengolahan hingga industri turunannya sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi UMKM.

“Pertanian itu kalau proyeknya Rp2 triliun, proyek itu bisa meningkatkan ekonomi yang jauh lebih besar. Karena ada pengolahan, transportasi, industri-industri berikutnya,” jelasnya.

Kendati demikian, Sam mendorong jejaring alumni di Unmul tidak hanya menjadi penonton dalam program pemerintah tetapi mampu mengidentifikasi kebutuhan daerah dan menawarkan inovasi yang bisa langsung diterapkan.

Menurutnya, pemerintah pusat akan lebih mudah menangkap program yang berasal dari kebutuhan dan inisiatif daerah.

“Kalau ada dari bawah muncul, kita segera tangkap,” pungkasnya.

Editor: Erwin

Tags:

NasionalBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Nasional.