Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Patroli

Pesta Miras, Dua Orang Tewas akibat Diberi Minum Hand Sanitizer

Koran Kaltim
14 September 2021
801 views
2 min
Ilustrasi

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Seorang perempuan berinisial ST (18) warga Kecamatan Sambaliung tewas di tempat akibat menenggak hand sanitizer yang mengira awalnya cairan tersebut adalah minuman keras (Miras). 

Kapolsek Sambaliung, AKP Budi Witikno yang dikonfirmasi pada Senin (13/9) menuturkan, ST ditemukan bersama dengan tiga rekan lelakinya yakni AG (17), PU (20) dan HK (15) di sebuah indekos, di Jl Tanjung Baru, Sambaliung pada Sabtu (11/9) malam. “Petugas juga mendapati AG dalam kondisi kejang-kejang,” ucapnya kepada Koran kaltim.

AG langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai untuk mendapatkan pertolongan. Namun nahas sesampainya di rumah sakit, nyawa AG tidak tertolong. “Sementara rekan lelaki korban lainnya, yakni PU mengalami panas di dada,” jelasnya.

Budi menambahkan, beruntung nyawa PU sempat tertolong dan saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Abdul Rivai. 

Sementara sang pemberi minuman, HK langsung digelandang ke Mapolsek Sambaliung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dikatakan Budi, berdasarkan keterangan HK, pada Jumat (10/9) lalu, ia memberikan sebotol air mineral kepada AG. Ia mengatakan kalau botol tersebut berisi minuman keras, berjenis Ciu.

“Teman-temannya percaya kalau itu adalah Ciu. Kemudian pada Sabtu (11/9) malam, mereka pesta minuman keras dan terjadilah insiden tersebut,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, saat diinterogasi, HK mengaku bahwa botol yang ia berikan kepada AG bukanlah Ciu, melainkan hand sanitizer yang ia dapatkan dari lokasi ia bekerja. “Jadi yang diberikan itu bukan miras, namun hand sanitizer,” singkat Budi.

Dari tangan HK, polisi mengamankan barang bukti berupa sisa hand sanitizer yang berada di dalam botol air mineral ukuran satu liter yang diminum para korban, satu gelas plastik air mineral dan sisa hand sanitizer dalam jeriken 5 liter yang HK peroleh dari tempat ia bekerja sebagai pengupas kepiting rajungan. 


Penulis : */Rama

Editor : Bambang Irawan

Tags:

PatroliBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Patroli.