Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Patroli

Mahasiswa Asal Berau Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Kos Jalan AW Syahranie Samarinda 

Adi Putra
4 Juli 2026
0 views
2 min
Jenazah saat di evakuasi oleh Polresta Samarinda bersama Disdamkarmat kota Samarinda posko 3 (Adnan Abdul/KoranKaltim.com)

Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Seorang mahasiswa asal Kabupaten Berau berinisial AF  ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya  di kawasan Folder Air Hitam, Jalan AW Syahranie, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda Sabtu (4/7/2026) malam. Penemuan pemuda berusia 21 tahun itu diketahui sekitar pukul 21.00 WITA dan sontak mengundang perhatian warga sekitar hingga aparat kepolisian yang langsung mendatangi lokasi.
Informasi mengenai penemuan jasad AF  pertama kali diterima Polsek Samarinda Ulu dari laporan warga sekitar. Tak lama berselang, petugas bersama Tim Inafis Polresta Samarinda langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan berbagai petunjuk.
Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriad mengakui adanya peristiwa tersebut dan menjelaskan AF ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di dalam kamar kos yang selama ini ditempatinya seorang diri.
"Benar, kami menerima laporan adanya seseorang yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kos. Setelah itu kami bersama Tim Inafis langsung melakukan olah TKP," ujar Asriadi.
Hingga kini, kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian AF. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara berbagai barang yang berkaitan dengan penyelidikan turut diperiksa guna memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana.
"Dugaan penyebab kematian masih kami dalami. Saat ini kami masih mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan para saksi," lanjutnya.
Usai proses identifikasi di lokasi selesai, jenazah AF kemudian dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga telah menghubungi pihak keluarga di Berau dan  seorang anggota keluarga dilaporkan telah tiba di Samarinda.
Proses evakuasi melibatkan personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda. Keterlibatan petugas diperlukan karena posisi kamar almarhum berada di lantai dua dengan akses menuju lokasi yang cukup sempit, sehingga membutuhkan teknik khusus saat menurunkan jenazah.
Komandan Posko 3 Disdamkarmat Kota Samarinda Tri Indartobmenjelaskan, petugas menggunakan tandu basket dengan metode rolling agar proses evakuasi dapat dilakukan secara aman.
"Kesulitannya hanya karena akses menuju kamar cukup sempit. Namun proses evakuasi berjalan lancar dan selesai dalam waktu sekitar 10 sampai 15 menit," jelas Tri.
Aparat kepolisian masih melanjutkan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti meninggalnya mahasiswa tersebut. Hasil pemeriksaan terhadap jenazah beserta keterangan para saksi akan menjadi dasar dalam menentukan penyebab kematian korban.

Editor: Aspian Nur

Tags:

PatroliBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Patroli.