Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Patroli

Polisi Ungkap Modus Pelaku Pembobolan Toko di Samarinda, Pantau Motor Parkir hingga Ganti Baju Empat Kali

Adi Putra
8 Juli 2026
0 views
3 min
Kedua pelaku saat diamankan oleh pihak Polsek Sungai pinang (Adnan Abdul/Korankaltim.com)

Penulis: Adnan Abdul 


KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Kepolisian mengungkap fakta baru di balik kasus perampokan yang viral di media sosial setelah pelaku melukai dua perempuan di kawasan Jalan Bengkuring Raya, Samarinda. 
Hasil penyelidikan menunjukkan tersangka berinisial DA (21) bukan hanya terlibat dalam aksi perampokan tersebut, tetapi juga diduga telah melakukan serangkaian pembobolan toko dan minimarket di sedikitnya enam lokasi berbeda selama tiga bulan terakhir. 
Polisi mengungkap motif pelaku didorong faktor ekonomi untuk membayar cicilan utang, sementara seorang rekan pelaku berinisial HR (17), yang masih di bawah umur, turut diamankan dalam pengembangan kasus.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Rahmat Aribowo mengatakan, pengembangan penyidikan mengarah pada keterlibatan DA dalam sejumlah kasus pencurian dengan pemberatan yang sebelumnya belum terungkap.
“Salah satunya di Toko MM Iwan, bersama temannya berinisial HR yang masih di bawah umur,” ujar Rahmat pada, Rabu (8/7/2026).
Rahmat menjelaskan, aksi pertama terjadi di Toko MM Iwan, Jalan Padat Karya, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 02.46 Wita. Pemilik toko baru mengetahui kejadian itu saat datang pada pagi hari dan mendapati mesin finger print serta monitor CCTV tidak berfungsi.
Saat memeriksa ruang server, pintu belakang ditemukan dalam kondisi terbuka. Sementara brankas yang berisi uang telah berhasil dibongkar pelaku.
Tak berhenti di situ, DA dan HR kembali menyasar toko yang sama pada Selasa (26/5/2026). Dengan menggunakan linggis, keduanya membongkar brankas dan membawa kabur uang tunai sekitar Rp15 juta.
“Dalam dua aksinya, para pelaku sudah mendapatkan uang dari hasil kejahatannya sekitar Rp50 juta dari dua unit brankas,” ungkap Rahmat.
Kepada penyidik, DA mengaku nekat melakukan aksi pencurian karena terdesak persoalan ekonomi.
“Motifnya faktor ekonomi dan untuk membayar cicilan utang,” katanya.
Ia menjelaskan, kedua pelaku memiliki pola yang cukup rapi sebelum beraksi. Mereka terlebih dahulu memastikan toko dalam keadaan kosong dengan mengamati kendaraan yang terparkir di depan lokasi.
“Kalau tidak ada motor parkir di depan toko, berarti tidak ada yang menjaga. Itu cara mereka memastikan kondisi aman,” tambanya.
Setelah memastikan situasi sepi, pelaku memarkir sepeda motor cukup jauh dari lokasi lalu berjalan kaki menuju tempat kejadian. 
“Kedua pelaku ini saat menjalankan aksinya kerap kali mengganti pakaiannya sebanyak empat kali, itu yang membuat kami sedikit ekstra dalam penyelidikan untuk mengenali pelaku,” katanya.
Menurutnya, aksi kedua pelaku diperkirakan telah berlangsung sekitar tiga bulan. Selain di kawasan Sempaja Utara, mereka juga diduga pernah beraksi di Jalan Lambung Mangkurat. Hingga kini polisi menduga terdapat enam lokasi kejadian, namun baru dua laporan polisi yang telah diproses.
 “Kalau memang ada korbannya, kami harapkan segera melapor agar bisa kami tindak lanjuti,” tutupnya.

Editor: Erwin

Tags:

PatroliBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Patroli.