Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Kebakaran menghanguskan dua unit rumah warga di Desa Longal, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada Rabu (22/7/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga menyebabkan seorang pemuda berusia 20 tahun mengalami luka bakar serius setelah nekat menerobos kobaran api.
Camat Tabang, Elvandar, mengonfirmasi korban sempat menyelamatkan diri saat api mulai membesar. Namun, karena tidak melihat ibunya di luar rumah, korban kembali masuk ke dalam bangunan yang
“Korban masuk lagi ke dalam untuk mencari ibunya, tapi ternyata sudah diluar. Akibat aksi nekatnya itu, ia mengalami luka bakar melepuh di lengan kiri, mulai dari ujung tangan hingga ke pundak,” ujar Elvandar saat dikonfirmasi Korankaltim.com.
Akibat insiden tersebut, korban saat ini telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Ritan.
Elvandar mengaku, peristiwa kebakaran diperkirakan terjadi mulai sekitar pukul 01.00 Wita hingga api baru bisa dipadamkan total pukul 04.00 Wita.
Upaya pemadaman sempat terkendala oleh jarak geografis Desa Long Lalang. Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu tempuh hingga hampir satu jam lebih dari Pos Sektor untuk mencapai lokasi kejadian.
Akibatnya, warga setempat terpaksa bergotong-royong memadamkan api secara mandiri menggunakan peralatan seadanya seperti ember.
“Informasi dari Kepala Desa, masyarakat memadamkan api dengan alat ala kadarnya karena di desa tersebut memang belum tersedia peralatan mitigasi bencana kebakaran yang memadai,” ujarnya.
Dugaan awal penyebab kebakaran ini dipicu oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Musibah ini berdampak langsung pada dua Kepala Keluarga (KK) dengan total 10 jiwa yang kini kehilangan tempat tinggal.
Pasca bencana, Elvandar memastikan posko siaga bencana telah didirikan di lokasi dan bantuan dari pihak luar mulai mengalir untuk para korban.
Berkaca dari musibah ini, pihak Kecamatan Tabang berencana mengevaluasi strategi penanganan kebakaran di wilayah yang sulit terjangkau.
Elvandar mengaku telah berdiskusi dengan petugas Damkar Pos Tabang untuk membentuk relawan-relawan pemadam kebakaran di tingkat desa.
Ia pun mengajak seluruh pemerintah desa di wilayah terpencil untuk mulai menganggarkan pengadaan sarana dan prasarana mitigasi bencana kebakaran.
“Kami harap pemerintah desa segera menganggarkan alat pemadam sejak dini. Di sisi lain, meski wilayah Tabang diguyur hujan dalam tiga hari terakhir, kami meminta warga tetap waspada terhadap segala potensi yang bisa memicu kebakaran,” pungkasnya.
Editor: Erwin




