Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Patroli

Berangkat Data Sensus Ekonomi, Pegawai BPS Samarinda Tewas Usai Motor Dihantam Pikap

Adi Putra
23 Juli 2026
0 views
2 min
Pihak Satlantas Polresta Samarinda saat melakukan olah TKP awal di lokasi kecelakaan (Adnan Abdul/Korankaltim.com)

Penulis: Adnan Abdul

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Hujan yang mengguyur kawasan Jalan Poros Samarinda–Anggana, Kecamatan Sambutan, diduga menjadi salah satu pemicu kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seorang pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda, Kamis (23/7/2026) sore. 

Korban diketahui bernama Ashadi Permana (23). Ia meninggal dunia di lokasi kejadian setelah sepeda motor Yamaha NMax KT 2371 BAH yang dikendarainya bertabrakan dengan sebuah mobil pikap KT 8220 NV sekitar pukul 15.00 Wita. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kecelakaan bermula ketika mobil pikap yang dikemudikan Nur Iskandar (26) melaju dari arah Makroman menuju Kota Samarinda. Saat melintasi jalan menurun yang disertai tikungan ke kanan, kendaraan diduga kehilangan traksi akibat permukaan aspal yang basah usai diguyur hujan. 

Mobil kemudian selip dan bergerak ke jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, dari arah Samarinda menuju Makroman datang sepeda motor yang dikendarai Ashadi. Karena jarak kedua kendaraan sudah sangat dekat, benturan keras tidak dapat dihindarkan. Akibat tabrakan tersebut, Ashadi terpental dari sepeda motornya dan mengalami cedera berat, terutama di bagian belakang kepala. 

Usai menghantam sepeda motor, mobil pikap masih melaju tanpa kendali hingga akhirnya keluar dari badan jalan dan terperosok ke jurang di sisi jalan. Usai kejadian, tim relawan bersama warga yang datang memberikan pertolongan memastikan korban telah meninggal dunia di tempat. Jenazah selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. 

Pengemudi pikap Nur Iskandar mengaku, telah berusaha menguasai kendaraannya, namun kondisi jalan yang licin membuat upaya tersebut tidak berhasil. 

“Aspalnya sangat licin setelah hujan. Mobil tiba-tiba selip saat masuk tikungan. Saya sudah mengerem dan mencoba mengendalikan setir, tetapi kendaraan tetap meluncur ke jalur seberang hingga akhirnya bertabrakan,” ujarnya saat diwawancarai Korankaltim.com di lokasi kejadian. Di sisi lain, rekan kerja korban di BPS Samarinda Tri Subagiyo mengungkapkan, Ashadi sedang menjalankan tugas pendataan Sensus Ekonomi 2026 di wilayah Makroman. 

Menurut Tri, seluruh petugas berangkat menuju lokasi dengan kendaraan masing-masing sesuai pembagian wilayah kerja. Ia mengaku sempat lebih dulu tiba di kawasan tersebut sebelum menerima kabar bahwa rekannya mengalami kecelakaan. 

“Kami sama-sama mendapat tugas pendataan di kawasan Makroman. Perjalanan dilakukan sendiri-sendiri. Saya lebih dahulu melewati lokasi, lalu mendapat informasi ada kecelakaan. Setelah dicek, ternyata yang menjadi korban adalah rekan kami sendiri,” tuturnya. 

Peristiwa itu sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi melambat karena banyak pengguna jalan berhenti untuk menyaksikan proses evakuasi. 

Petugas Unit Gakkum Satlantas Polresta Samarinda kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan sejumlah saksi guna memastikan penyebab pasti kecelakaan. 

Editor: Erwin

Tags:

PatroliBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Patroli.