Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda masih mendalami penyebab kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Sultan Sulaiman atau Poros Samarinda–Anggana, Kecamatan Sambutan pada Kamis (23/7/2026).
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan kondisi ban mobil pikap Suzuki Carry bernomor polisi KT 8220 NV yang terlibat dalam insiden tersebut sudah tidak memenuhi standar kelayakan untuk digunakan.
Temuan itu diperoleh setelah Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polresta Samarinda melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan yang terjadi pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.
Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo mengatakan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kendaraan pikap mengalami kehilangan traksi saat melintasi tikungan dalam kondisi jalan yang licin akibat hujan gerimis.
“Dari hasil pemeriksaan awal memang ditemukan kondisi ban mobil sudah tidak layak digunakan. Saat melintas di tikungan dengan permukaan jalan basah, kendaraan mengalami slip sehingga masuk ke jalur berlawanan,” ujar La Ode, Jumat (24/7/2026).
Di saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Yamaha NMax KT 2371 BAH yang dikendarai Ashadi Permana (23). Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari.
“Akibat benturan tersebut, mobil pikap kehilangan kendali, keluar dari badan jalan, kemudian terperosok ke jurang di sisi jalan,” jelasnya.
Akibat kejadian itu, Ashadi Permana yang diketahui merupakan pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) Samarinda meninggal dunia akibat mengalami cedera berat di bagian kepala. Sementara pengemudi pikap, Muhamad Nur Iskandar (26), dan penumpangnya, Dendi Aditia (19), hanya mengalami luka ringan.
“Dalam kecelakaan ini tercatat satu orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka ringan, sementara kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp3 juta,” ungkapnya.
Meski telah menemukan adanya indikasi ban kendaraan yang sudah tak layak, kepolisian belum menetapkan faktor tersebut sebagai penyebab utama kecelakaan. Penyidik masih melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan berbagai barang bukti.
“Penyelidikan masih terus berjalan. Kami belum dapat menyimpulkan penyebab pasti karena seluruh faktor, baik kondisi kendaraan, manusia maupun lingkungan, masih kami dalami,” jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Satlantas Polresta Samarinda berencana memasang spanduk peringatan di lokasi yang dinilai rawan kecelakaan, meningkatkan intensitas patroli, serta berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk melengkapi rambu-rambu lalu lintas di kawasan tersebut.
La Ode juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum bepergian, terutama saat musim hujan.
“Pastikan ban, rem, dan komponen penting lainnya dalam kondisi layak. Ketika hujan turun dan jalan menjadi licin, kurangi kecepatan serta utamakan keselamatan agar risiko kecelakaan bisa diminimalkan,” pungkasnya.
Sementara itu, jenazah Ashadi Permana telah diserahkan kepada pihak keluarga usai menjalani penanganan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Korban kemudian dimakamkan pada Kamis malam dengan dihadiri keluarga, kerabat, serta rekan-rekannya dari BPS Samarinda.
Editor: Erwin




