Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Patroli

Diduga Maling Berulang Kali Beraksi di Taman Kota Raja Tenggarong Bikin Geram Warga, Satpol PP Ingatkan Jangan Main Hakim Sendiri

Adi Putra
27 Juli 2026
0 views
3 min
Penangkapan terduga pelaku pencurian di kawasan Taman Kota Raja, Tenggarong. (Dok. Ijul/Warga Kukar)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Kawasan bawah Taman Kota Raja Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, mendadak gempar Sabtu (25/7/2026) siang lalu. 

Seorang pria berinisial MT berusia 26 tahun yang diduga kuat sebagai pelaku spesialis pencurian kotak amal, kabel serta pengrusakan fasilitas umum babak belur dihakimi massa yang emosi, sebelum akhirnya diamankan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kukar. Aksi main hakim sendiri ini dipicu oleh rasa marah warga terhadap rekam jejak terduga pelaku yang dinilai sudah sangat meresahkan lingkungan sekitar. 

Berdasarkan kesaksian warga di lokasi kejadian, kemarahan publik memuncak karena aksi kriminalitas di area publik tersebut sudah berulang kali terjadi. 

Anisa, warga setempat mengungkapkan, MT diduga sering kedapatan mencuri kotak amal dan kabel di area taman untuk diambil tembaganya lalu dijual. Hal yang paling menyulut amarah warga adalah tindakan vandalisme pelaku yang nekat memecahkan kaca bangunan musala di dalam taman. 

"Dia bukan baru satu atau dua kali beraksi, sudah sering. Bahkan yang paling parah kaca musala sampai dipecahkan oleh dia," ujar Anisa kepada Korankaltim.com Senin (27/7/2026). 

Sementara Sandi, warga Tenggarong lainnya membenarkan rekam jejak buruk pria tersebut. 

Menurutnya, selain merusak tempat ibadah, MT juga merusak bangku milik petugas parkir dibawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dan kerap terlibat kasus pencurian barang elektronik warga, seperti telepon genggam (HP). "Sering kedapatan mencuri di wilayah ini, warga geram lalu melakukan tindakan tidak terkontrol," ujar Sandi. 

Kasi Operasi dan Pengendalian Ketertiban Umum Satpol PP Kukar Endang Purwanto mengakui adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan pencurian kabel di Taman Kota Raja tersebut. Anggota Satpol PP langsung dikerahkan ke lokasi untuk meredam situasi dan mengamankan terduga pelaku ke kantor. 

"Informasi dari warga ada orang yang mau mencuri kabel di Taman Kota Raja. Anggota langsung ke sana, kita amankan dan kita data. Berdasarkan pemeriksaan, pria berinisial MT terindikasi mengalami gejala gangguan jiwa atau ODGJ karena stres," kata Endang. 

Karena saat ditangkap belum ditemukan barang bukti pencurian yang kuat dan baru berupa gerak-gerik mencurigakan hendak memotong kabel, pihak Satpol PP memberikan tindakan pembinaan fisik berupa push-up dan peringatan keras. 

MT juga diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya sebelum akhirnya dilepaskan kembali. Endang menyayangkan terjadinya aksi kekerasan massal tersebut. 

Walaupun memahami kemarahan warga akibat fasilitas umum yang sering dirusak, ia mengingatkan masyarakat bahwa tindakan main hakim sendiri melanggar hukum dan meminta warga untuk meningkatkan koordinasi dengan petugas. 

"Biasanya warga menangkap karena sudah kesal, jadi kadang main hakim sendiri. Saran kami, sebaiknya langsung lapor ke kami atau pihak kepolisian agar kami yang menindaklanjuti. Jangan sampai main fisik," sebut Endang. 

Editor: Aspian Nur

Tags:

PatroliBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Patroli.