Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Patroli

Ngaku Dikeroyok, Buruh di Samarinda Justru Diduga Ancam Warga Pakai Sajam

Koran Kaltim
28 Juli 2026
0 views
2 min
Buruh yang mengaku di ancam oleh warga diamankan pihak kepolisian setelah laporan tidak sesuai fakta di lapangan. (Foto: Dok.Humas polresta Samarinda)

Penulis: Adnan Abdul

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Laporan dugaan pengeroyokan yang disampaikan seorang buruh kepada kepolisian berujung pada temuan berbeda. Setelah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian, Polresta Samarinda menduga pelapor justru melakukan pengancaman terhadap warga menggunakan senjata tajam jenis mandau.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Pelabuhan Sungai Kapal dan Barang, Kecamatan Sungai Kunjang, Selasa (28/7/2026) dini hari.

Laporan awal diterima polisi dengan informasi bahwa seorang pria menjadi korban pengeroyokan oleh beberapa orang.

Pamapta III Polresta Samarinda Ipda Sofian mengatakan, personel bersama piket Satpolairud segera bergerak ke lokasi untuk memastikan kebenaran laporan tersebut. 

Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa pelapor, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

“Begitu laporan kami terima, anggota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan, olah TKP, serta mengumpulkan keterangan dari pelapor maupun para saksi yang berada di sekitar tempat kejadian,” ujar Sofian.

Pelapor diketahui bernama Wahyudiono (32), seorang buruh asal Kecamatan Long Hubung, Kabupaten Mahakam Ulu. Kepada polisi, ia mengaku dihampiri empat orang ketika mencari informasi jadwal keberangkatan kapal menuju Long Bagun. 

Dalam laporannya, ia menyebut sempat dipukul dan ditikam hingga akhirnya menyelamatkan diri dengan berenang menyeberangi Sungai Mahakam.

Namun, hasil penyelidikan justru mengarah pada fakta berbeda. Berdasarkan keterangan saksi, Wahyudiono diduga lebih dulu mendatangi sekelompok warga yang sedang memancing sambil membawa mandau dan melakukan intimidasi.

“Keterangan para saksi tidak menguatkan adanya pengeroyokan maupun penikaman. Justru yang kami peroleh di lapangan mengarah pada dugaan pengancaman menggunakan senjata tajam terhadap warga,” jelas Sofian.

Melihat situasi tersebut, salah seorang saksi segera menghubungi personel Satpolairud. Saat aparat tiba di lokasi, Wahyudiono disebut melarikan diri dengan cara berenang menyeberangi Sungai Mahakam.

Selain tidak menemukan bukti adanya tindak pengeroyokan, petugas juga mencium bau alkohol dari pelapor saat dimintai keterangan.

Sejumlah saksi turut menyebut pria tersebut diduga berada dalam pengaruh minuman keras karena berjalan sempoyongan sebelum mendatangi warga.

Saat ini Wahyudiono telah diamankan di Satpolairud Polresta Samarinda untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami dugaan pengancaman menggunakan senjata tajam serta kemungkinan adanya penyampaian informasi yang tidak sesuai fakta kepada aparat.

“Setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti secara profesional. Karena itu kami mengimbau agar informasi yang disampaikan benar dan sesuai fakta agar tidak menimbulkan proses hukum yang tidak semestinya,” pungkasnya.

Editor: Erwin

Tags:

PatroliBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Patroli.