Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Patroli

Pondok Kelompok Tani di Sambutan Samarinda Diserang Orang Tak Dikenal, Lima Saksi Diperiksa Polisi

Koran Kaltim
6 Agustus 2026
0 views
2 min
Tangkapan layar video yang memperlihatkan sekelompok orang yang di duga melakukan penyerangan terhadap kelompok tani di Lubuk Sawa Samarinda. (Foto: Istimewa)

Penulis: Adnan Abdul

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Aparat kepolisian dari Polresta Samarinda mendalami dugaan penyerangan yang terjadi di sebuah pondok kelompok tani di Jalan Sepakat kawasan Kalangluas Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda  pada Minggu (2/8/2026) siang lalu sekitar pukul 13.35 WITA yang menyebabkan seorang pria bernama Sunardi mengalami sejumlah luka.

Perkara tersebut ditangani Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda. Hingga kini, penyidik telah memeriksa korban bersama sejumlah saksi untuk mengungkap pelaku serta memastikan motif di balik dugaan aksi kekerasan tersebut.

Kuasa hukum korban Kaharuddin Muzakkar mengatakan, insiden bermula saat Sunardi bersama beberapa rekannya berada di pondok yang digunakan sebagai sekretariat kelompok tani. Tak lama kemudian, sekitar sepuluh orang datang sambil membawa parang dan badik serta mencari keberadaan korban.

"Mereka datang sambil membawa senjata tajam dan terus mencari Pak Sunardi. Hingga saat ini kami belum mengetahui apa alasan mereka mendatangi korban," kata Kaharuddin Kamis (6/8/2026).

Rombongan tersebut diduga sempat merusak sebuah pondok lain sebelum menuju lokasi tempat korban berada. Setibanya di sana, mereka disebut mengancam akan menghancurkan bangunan dan kemudian melakukan penganiayaan terhadap korban.

Sunardi diduga dipukul di bagian wajah, sementara punggungnya dihantam menggunakan parang yang masih bersarung. Seorang terduga pelaku juga disebut sempat mengayunkan parang ke arah leher Sunardi namun berhasil ditangkis menggunakan kedua tangan.

"Korban hanya berusaha melindungi diri dan tidak melakukan perlawanan selama kejadian berlangsung," papar Kaharuddin.

Selain dugaan penganiayaan, para pelaku juga disebut merusak sejumlah barang di dalam pondok. Seluruh rangkaian peristiwa itu terekam melalui telepon genggam milik istri korban dan rekaman tersebut telah diserahkan kepada penyidik sebagai barang bukti.

Sementara Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda, Iptu Julius Hasibuan, membenarkan pihaknya sedang menangani laporan tersebut.

"Korban dan saksi-saksi sudah kami periksa. Saat ini proses penyelidikan masih berlangsung," ujarnya.

Julius menambahkan, penyidik telah meminta keterangan dari lima orang saksi. Berdasarkan penyelidikan sementara, peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan sengketa kepemilikan lahan yang melibatkan dua kelompok.

"Ada dugaan konflik dipicu persoalan hak atas lahan. Motif pasti penyerangan masih kami dalami," pungkasnya.

Editor: Aspian Nur

Tags:

PatroliBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Patroli.