Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur mengungkap jalur peredaran narkotika internasional yang masih aktif memanfaatkan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia sebagai pintu masuk. Berdasarkan hasil analisis penanganan perkara selama tiga tahun terakhir, sabu yang berasal dari Tawau, Sabah, Malaysia, diketahui masuk melalui Kabupaten Nunukan di Kalimantan Utara, sebelum didistribusikan ke sejumlah daerah di Indonesia.
Kepala BNNP Kalimantan Timur Brigjen Pol Rudy Mulyanto mengatakan, hasil pemetaan menunjukkan jaringan internasional masih menggunakan rute yang relatif sama. Dari Nunukan, narkotika dikirim menuju Berau, Samarinda, Balikpapan, Kalimantan Selatan hingga diteruskan ke sejumlah wilayah di Pulau Sulawesi dan Jawa.
"Hasil pemetaan selama tiga tahun terakhir menunjukkan adanya jalur yang konsisten digunakan jaringan narkotika. Barang masuk melalui Kalimantan Utara, kemudian bergerak ke Berau, Samarinda, Balikpapan, Kalimantan Selatan, hingga wilayah lain di Indonesia," ujar Rudy, Jumat (7/8/2026).
Kedekatan jarak antara Tawau dan Nunukan menjadi salah satu faktor yang dimanfaatkan sindikat internasional. Dengan waktu tempuh yang singkat melalui jalur laut, wilayah perbatasan dinilai masih menjadi titik rawan penyelundupan narkotika.
"Perjalanan dari Tawau menuju Nunukan hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit menggunakan transportasi laut. Kondisi itu dimanfaatkan sindikat karena aksesnya relatif cepat. Di wilayah Nunukan juga terdapat kurir yang menjadi bagian dari jaringan distribusi," ucapnya.
Setelah berhasil masuk ke Indonesia, sabu kemudian diedarkan melalui jalur darat dan laut. Untuk jalur Sulawesi, distribusi dilakukan melalui Tolitoli sebelum diteruskan ke Palu, Parepare, Makassar, Surabaya, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali.
Pemetaan jalur tersebut telah dilakukan bersama BNN RI dan Direktorat Reserse Narkoba di sejumlah Polda sebagai langkah memperkuat pengawasan.
"Kami berharap penguatan sinergi antarlembaga mampu menekan penyelundupan narkotika yang memanfaatkan wilayah perbatasan sebagai pintu masuk ke Indonesia. Pengawasan akan terus diperketat agar jaringan peredaran internasional dapat diputus sejak dari hulu hingga ke daerah tujuan," pungkas Rudy.
Editor: Aspian Nur




