Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Patroli

Gegara Klakson, Driver Ojol di Samarinda Dikejar dan Ditodong Airsoft Gun

Koran Kaltim
30 Agustus 2026
0 views
•3 min
Kapolsek Samarinda Kota AKP Amirudin (tengah) di dampingi Kasi Humas Polresta Samarinda Ipda Arie Sooeharyadi (kiri) dan Kanit Reskrim Polsek Samarinda Kota Ipda Juned (kanan) menunjukkan barang bukti. (Foto: Adnan Abdul/Korankaltim.com)

Penulis: Adnan Abdul 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Perjalanan seorang driver ojek online (ojol) mengantar penumpang ke Jalan Biawan 2 berubah menjadi insiden menegangkan. Perselisihan kecil akibat klakson di jalan berujung pengejaran hingga aksi penodongan benda mirip pistol di Jalan Jelawat Gang Mosi, Kecamatan Samarinda Ilir, Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 10.20 Wita.

Driver ojol Yuliansyah mengatakan, kejadian bermula ketika dirinya mendapat orderan dari kawasan Sambutan menuju Jalan Biawan 2. Saat melintas di Jalan Otto Iskandardinata dan hendak masuk ke Gang Mosi, ia melihat pengendara lain melaju dari belakang.

“Saya sempat melihat spion, itu saya ngerem. Terus pelaku ini mungkin karena menyelip dari sebelah kanan,” ujar Yuliansyah.

Menurutnya, pengendara tersebut kemudian membunyikan klakson panjang. Yuliansyah membalas klakson tersebut sebelum melanjutkan perjalanan menuju Gang Mosi.

Namun, situasi justru memanas. Pengendara itu disebut berbalik arah dan mengejar Yuliansyah hingga tiba di lokasi kejadian.

Yuliansyah mengatakan, dirinya sempat bermaksud menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, pengendara yang mengejarnya justru menghentikan laju motor dengan cara menendang.

Setelah itu, pelaku mengeluarkan benda menyerupai pistol dan mengarahkannya kepadanya. Aksi tersebut membuatnya khawatir benda yang digunakan merupakan senjata api sungguhan.

“Setelah menendang, ucapannya dia mengeluarkan pistol. Ada ancaman, ‘sampeyan mau mati?’” katanya.

Kekhawatiran itu pula yang membuat Yuliansyah meminta rekaman kejadian untuk disebarluaskan. Ia berharap polisi dapat mengamankan senjata yang digunakan.

“Saya pribadi tidak mempermasalahkan. Cuma yang saya takutkan itu pistol asli. Saya takut beliau habis membegal orang atau bagaimana,” ucapnya.

Menindaklanjuti informasi yang viral di media sosial, Polsek Samarinda Kota bersama Jatanras Polresta Samarinda dan Tim URC Satreskrim Polresta Samarinda langsung melakukan penyelidikan.

Kapolsek Samarinda Kota AKP Amirudin mengatakan, dua pria berinisial RS dan MA berhasil diamankan sekitar dua jam setelah kejadian.

“Dalam kurun waktu kurang lebih dua jam setelah kejadian, pelaku berhasil kita amankan,” kata Amirudin.

Dari pemeriksaan, polisi memastikan benda yang digunakan untuk menodong korban bukan senjata api, melainkan airsoft gun yang menyerupai pistol Glock 19.

“Yang digunakan adalah senjata airsoft gun yang memang mirip dengan senjata api pistol Glock 19,” tegasnya.

Polisi turut mengamankan airsoft gun, sepeda motor Honda Stylo, serta helm yang digunakan pelaku.

Meski demikian, korban memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Polisi kemudian mempertemukan kedua pihak dan tercapai kesepakatan damai.

Amirudin memastikan airsoft gun tetap diamankan dan tidak dikembalikan kepada pelaku. Selain itu, pelaku diminta tidak mengulangi perbuatannya serta menyanggupi permintaan keluarga korban untuk membantu pemulihan psikologis anak yang berada di lokasi saat kejadian.

“Kalau kita lihat dari rekaman CCTV, sangat jelas bahwa senjata itu memang dibawa saat berkendara dan diselipkan di pinggang. Kemudian saat di lokasi kejadian, pelaku mengambilnya menggunakan tangan kanan dan langsung menodongkannya kepada korban,” pungkasnya.

Editor: Erwin

Tags:

PatroliBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Patroli.