Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Patroli

Anak 11 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai Mahakam di Loa Bakung, Empat Temannya Selamat

Adi Putra
19 September 2026
0 views
•2 min
Pihak Satpolairud Polresta Samarinda saat melakukan pencarian di titik lokasi anak menghilang (Adnan Abdul/Korankaltim.com)

Penulis: Adnan Abdul

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Teriakan minta tolong mendadak memecah aktivitas pekerja pasir di tepian Sungai Mahakam kawasan Loa Bakung, Kota Samarinda, Sabtu (19/9/2026) sore tadi. Seorang pekerja bernama Sukri yang mendengar teriakan itu langsung meninggalkan pekerjaannya dan berlari menuju sungai. 

Di lokasi, Sukri melihat sejumlah anak terseret ke dalam air. Ia sempat menjangkau tangan satu anak dan membawanya keluar dari sungai namun satu anak lainnya sudah lebih jauh ke arah tengah dan tidak berhasil dijangkau. 

"Saya diminta tolong karena katanya ada anak mati lemas. Saya langsung lari, tinggalkan kerjaan," ujar Sukri kepada Korankaltim.com. Menurut Sukri, anak-anak tersebut sebelumnya bermain di sekitar lokasi ketika dirinya sedang bekerja menyekop pasir. Saat kejadian, ia melihat dua anak berada di dalam air dengan posisi yang cukup berjauhan. "Sempat saya tangkap tangannya, saya bawa berenang keluar. 

Yang satunya sudah tidak ada," tambahnya. Anak yang tidak berhasil diselamatkan berada lebih ke tengah sungai sehingga jaraknya cukup jauh dari jangkauannya. Ia memperkirakan kejadian berlangsung sekitar pukul 16.00 WITA atau selepas Ashar. 

"Yang satu agak di luar sini, yang satu di tengah. Jadi saya tidak dapat dua-duanya, satu saja yang ketangkap," tuturnya. Pamapta II Polresta Samarinda Ipda Fardhan mengatakan kepolisian menerima laporan warga terkait seorang anak yang mengalami kecelakaan di perairan Sungai Mahakam. 

Informasi awal yang diterima menyebutkan terdapat lima anak yang berada di lokasi. Empat di antaranya berhasil diselamatkan, sedangkan satu anak bernama Firman berusia 11 tahun, masih dalam pencarian. "Informasi awal, ada lima korban. Namun yang empat selamat, satu masih dalam proses pencarian," kata Fardhan. Kelima anak tersebut awalnya bermain di tepi sungai dan tidak berniat untuk mandi. 

Saat sebuah kapal melintas, arus yang ditimbulkan kapal menghempas mereka hingga masuk ke dalam air. Empat anak berhasil ditolong warga, sementara Firman terseret ke arah tengah sungai dan kemudian tidak terlihat. "Yang satu anak tertarik ke tengah hingga sampai tidak ditemukan," ujarnya. Menurut Fardhan, berdasarkan informasi warga, Firman disebut dapat berenang namun kondisi arus Sungai Mahakam yang tidak terlihat dari permukaan membuat Firman terseret. 

"Di atas tenang, kemudian di bawah arusnya deras. Mungkin akibatnya dia bisa tertarik air," jelasnya. Hingga berita ini ditulis, proses pencarian Firman masih dilakukan oleh tim Polairud Polresta Samarinda bersama Tim SAR Samarinda. 

Editor: Aspian Nur

Tags:

PatroliBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Patroli.