Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Pendidikan

Isi Kuliah Umum di UMKT, Fadli Zon Tekankan Pentingnya Literasi Sejarah

Koran Kaltim
30 Mei 2025
0 views
2 min
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon saat menjadi pembicara dalam kegiatan Kuliah Umum di UMKT (Surya/Korankaltim.com)

Penulis: Rahmat Surya 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (RI) menjadi pembicara pada kuliah umum pascasarjana hukum di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Jumat (30/5/2025).

Kegiatan yang bertajuk “Menggali Kearifan Lokal, Perbandingan Hukum Adat dan Kearifan Lokal Dalam Masyarakat Modern” turut diikuti oleh seluruh civitas akademika UMKT.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan dirinya sangat senang sekali karena melalui kegiatan semacam ini merupakan upaya mempromosikan budaya di perguruan tinggi.

“Apalagi UMKT adalah perguruan tinggi swasta terbaik di Kaltim, bahkan Kalimantan. Sehingga dengan kayanya dan beragamnya budaya sejarah serta artefak perlu dimunculkan lagi literasi-literasi berkaitan hal tersebut,” ujar Fadli Zon.

Selain itu dirinya menyoroti banyaknya bukti sejarah serta artefak yang sangat tua di Kaltim maka harus dimunculkan ke publik.

“Seperti Gua Sangkulirang yang jumlah lukisannya rupanya mencapai dua ribu lima ratus panel, dari lima puluh delapan yang ada di Kaltim maka harus diselamatkan,” ucapnya.

Upaya penyelamatan tersebut menurut Fadli Zon diantaranya harus dijadikan cagar budaya, supaya bisa terjaga, terlindungi, hingga terawat.

“Karena adanya perubahan iklim ini pastinya bisa mempengaruhi kondisi lukisan tersebut,” katanya.

Kemudian, dirinya juga menyoroti ekspresi budaya baru atau budaya digital baik per film maupun permusikan harus bisa hidup.

“Selain itu institusi-institusi seperti museum dan taman budaya harus bisa ditingkatkan di Kaltim,” sebutnya.

Lalu, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji yang juga turut mendampingi Menteri Budaya menambahkan bahwa Kaltim memiliki sejarah budaya yang sangat panjang.

“Mulai dari adat Dayak, Kutai, dan Banjar. Sehingga hukum-hukum ada yang ada di Kaltim ini sangat beragam tentu saja ini juga berkaitan erat dengan kearifan lokal,” ujarnya.

Untuk itu perlu ada peneliti  di Kaltim, guna mengingat budaya yang sangat panjang apalagi sudah ditemukan artefak dan jejak tangan di Gua Sangkulirang yang usianya kurang lebih empat puluh ribu tahun lalu.

“Artinya kebudayaan kita sudah berada sejak lama, jadi bagaimana masyarakat Kaltim sejak lama, sejak keberadaan masyarakat Dayak, Kutai dan lainnya hidup berdampingan,” tambahnya.

Bahkan sejak dulu tidak pernah ditemukan sejarah perselisihan pendapat bahkan peperangan diantara suku-suku yang tinggal di Kaltim dan ini menjadi suatu kelebihan.

“Maka dari itu jika memungkinkan ada peneliti yang hadir untuk meneliti hal tersebut, dan Pemprov Kaltim akan memfasilitasinya untuk bisa membuat satu buku bagaimana kebudayaan Kaltim yang banyak ditemukan mulai dari pesisir hingga hulu Benua Etam,” tutupnya.


Editor: Erwin

Tags:

PendidikanBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Pendidikan.