Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Pendidikan

Program Wajib Belajar 13 Tahun Dapat Dukungan, DPRD Balikpapan Minta Pemerintah Siapkan Sarana PAUD dan SD

Koran Kaltim
30 Juni 2025
0 views
2 min
Pendidikan Anak Usia Dini, jadi tahap awal Pendidikan formal sebelum masuk Sekolah Dasar. (dokbpp.go.id)

Penulis: La Eko

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN- Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mencanangkan program wajib belajar 13 tahun sebagai bagian dari delapan program prioritas pendidikan nasional.

Program ini menambahkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai tahap awal pendidikan formal sebelum jenjang Sekolah Dasar (SD).

Menanggapi kebijakan ini, Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Budiono menyatakan dukungannya namun meminta pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan untuk segera menyesuaikan regulasi dan kesiapan infrastruktur pendidikan.

"Kalau Dinas Pendidikan ingin menerapkan wajib belajar 13 tahun, maka anak yang masuk SD perlu dilengkapi dengan bukti kelulusan atau ijazah TK. Namun, jika anak sudah berusia tujuh tahun ke atas, meski tanpa ijazah PAUD, tetap wajib diterima di SD," kata Budiono kepada awak media Senin (30/6/2025).

Usia anak tidak boleh menjadi penghambat akses pendidikan. Karena itu kebijakan wajib belajar harus dilaksanakan tanpa diskriminasi. “Kalau anak usia 7 atau 8 tahun tidak diterima hanya karena tidak punya ijazah PAUD, kita yang berdosa. Wajib belajar itu harus inklusif,” tegas Budiono.

Selain itu Budiono juga menyoroti pentingnya pendataan jumlah lembaga PAUD dan TK yang tersedia di Balikpapan. Hal ini penting agar sebanding dengan daya tampung bangku SD, baik negeri maupun swasta.

“Harus diketahui apakah jumlah TK dan PAUD di Balikpapan ini mencukupi. Jangan sampai anak-anak usia sekolah tidak mendapatkan tempat karena keterbatasan ruang belajar,” sebutnya.

Pemerintah harus memperhatikan keberadaan Tempat Pendidikan Alquran (TPA) yang selama ini belum banyak mendapat dukungan, padahal juga termasuk bagian dari pendidikan usia dini. “Saat ini pemerintah lebih banyak mendukung TK. Padahal TPA juga bagian dari pendidikan anak usia dini. Sarana dan prasarananya harus mendapat perhatian,” pungkas Budiono. 


Editor: Aspian Nur

Tags:

PendidikanBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Pendidikan.