Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Pendidikan

Lewat Komunitas Roots, SMA Negeri 8 Samarinda Perkuat Gerakan Anti Perundungan Siswa

Koran Kaltim
17 November 2025
0 views
2 min
Komunitas Siswa Anti Perundungan saat melakukan sosialisasi dalam kelas senin (17/11/2025) (Adnan Abdul/KoranKaltim)

Penulis: Adnan Abdul 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — SMA Negeri 8 Samarinda yang terletak di Jalan Untung Suropati, Kelurahan Karang Asam, Kecamatan Sungai Kunjang, memperkuat upaya pencegahan perundungan melalui komunitas Siswa Anti Perundungan (Roots), wadah agen perubahan yang melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif dan bebas kekerasan. 

Komunitas ini aktif melakukan sosialisasi mengenai bahaya bullying kepada seluruh siswa, terutama peserta didik baru. Ketua Komunitas Siswa Anti Perundungan Nikita Aulia Anugerah menjelaskan, berbagai kegiatan dilakukan untuk membangun kesadaran siswa terhadap isu perundungan.

“Kami membuat poster tentang bahaya bullying dan sosialisasi kepada kelas 10 mengenai dampak perundungan, baik di sekolah maupun di media sosial,” kata Nikita kepada Korankaltim.com Senin (17/11/2025)).

Nikita juga menyoroti dampak serius bullying terhadap psikologis korban. “Bahaya bullying itu diantaranya dapat merusak mental seseorang. Korban bisa menjadi penyendiri, tidak percaya diri dan mengalami tekanan berat,” tuturnya.

Motivasinya bergabung dalam komunitas ini berangkat dari keinginan untuk memberikan perubahan positif. “Saya ingin ikut memperbaiki perilaku yang tidak terpuji, baik di sekolah maupun di luar,” jelas Nikita.

Pembina Komunitas Siswa Anti Perundungan Rudy Hendro Purnomo mengatakan komunitas ini dibentuk sejak 2021 sebagai tindak lanjut instruksi Kemendikbud mengenai pembentukan satgas atau komunitas anti-perundungan di sekolah. Menurutnya, pada awal pembentukan jumlah anggota sempat dibatasi.

“Pada awal 2021 itu dibatasi sampai 30 anak. Cuma seiring perjalanan, karena banyak yang ingin ikut, ya sudah, kami terima. Semakin banyak semakin bagus, jadi semua kelas harapannya memiliki agen perubahan,” ujar Rudy.

Keberadaan agen di setiap kelas membuat proses pencegahan lebih efektif. “Setiap kelas punya agen. Dari situ enak, karena mereka bekerja sama dengan sekolah. Kalau ada yang mulai nakal, mereka mengingatkan. Di kelas pun ada perubahan karena mereka punya rambu-rambunya,” papar Rudy.

Selain pengawasan, komunitas Roots juga menjalankan kegiatan rutin. “Aktivitas rutin kami biasanya pertemuan sesuai situasi. Lalu kami bekerja sama dengan tim kokurikuler yang memberi kesempatan untuk sosialisasi setiap hari Jumat,” sebutnya.

Program tersebut ditutup dengan kegiatan kreatif para siswa. “Hari Jumat nanti yang terakhir, puncaknya dari semua program. Mereka bebas membuat kegiatan kreatif seperti menyanyi, baca puisi, atau drama, dengan tema anti-perundungan,” ucap Rudy lagi

Sebagai sekolah inklusi, SMA Negeri 8 terus mendorong budaya saling menghormati. “Karena SMA 8 adalah sekolah inklusi, maka penting untuk saling menghargai dalam kondisi apa pun. Harapannya mereka menjadi agen bagi teman-temannya sendiri untuk mencegah bullying,” pungkas Rudy.


Editor: Aspian Nur

Tags:

PendidikanBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Pendidikan.