Penulis : M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Senin (13/7/2026) hari ini, Pemerintah Kota Samarinda memulai pelaksanaan program Goes to School bertepatan dengan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru. SMP Negeri 22 Samarinda menjadi sekolah pertama yang dikunjungi dalam program yang digagas Inspektorat Kota Samarinda tersebut.
Sekretaris Daerah Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti mengatakan, kegiatan ini bukan agenda insidental, melainkan program rutin yang memanfaatkan momentum MPLS untuk menanamkan nilai-nilai integritas kepada peserta didik sejak dini.
Pembentukan karakter paling efektif dilakukan sejak anak masih berada di bangku SD dan SMP. Karena itu, pendidikan mengenai kejujuran, integritas, dan perilaku antikorupsi harus mulai diperkenalkan sejak awal.
“Selama ini nilai BerAKHLAK dikenal sebagai budaya kerja ASN. Namun, untuk menciptakan ASN yang berintegritas, pembinaannya harus dimulai sejak mereka masih menjadi pelajar,” kata Neneng.
Tahun ini sasaran program diarahkan ke sekolah-sekolah di kawasan pinggiran. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang
lebih banyak menyasar sekolah di wilayah pusat kota. Ia berharap semakin banyak sekolah yang nantinya menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan serupa.
Terpisah, Plt Kepala Inspektorat Samarinda Firdaus Akbar mengatakan, Goes to School merupakan agenda prioritas mereka dalam mendukung program pencegahan korupsi melalui jalur pendidikan.
Langkah tersebut sejalan dengan amanat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mendorong penguatan pendidikan antikorupsi sejak usia dini. “Tujuan utama program ini adalah menanamkan nilai integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan karakter antikorupsi kepada peserta didik sejak awal,” kata Firdaus.
Meski ditengah kebijakan efisiensi anggaran, Firdaus memastikan program tetap berjalan. Tahun ini Inspektorat menargetkan pelaksanaan di 10 SMP, dengan skema satu sekolah pada setiap kecamatan di Kota Samarinda.
Pelaksanaannya dijadwalkan berlangsung selama sekitar satu bulan dan melibatkan penyuluh antikorupsi, agen penyuluh antikorupsi, perguruan tinggi, serta sejumlah perangkat daerah.
Sementara Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda Ibnu Araby menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini dapat memperkuat pendidikan karakter yang selama ini menjadi salah satu fokus pembinaan di sekolah.
Goes to School diharapkan tidak hanya dilaksanakan di SMP Negeri 22, tetapi juga menjangkau lebih banyak sekolah, bahkan dapat dikembangkan secara mandiri oleh satuan pendidikan.
Selain penguatan integritas pelaksanaan MPLS tahun ini tetap mengedepankan prinsip sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak. “Kami ingin memastikan MPLS menjadi ruang yang menyenangkan bagi peserta didik baru sekaligus menjadi awal pembentukan karakter mereka,” ucap Ibnu.
Kepala SMP Negeri 22 Samarinda Febianti Violeta mengatakan pihak sekolah mendukung penuh pelaksanaan program tersebut karena sejalan dengan upaya sekolah dalam membangun budaya positif bagi peserta didik.
Menurutnya, selain mengikuti materi MPLS dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sekolah juga menambahkan berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan program sekolah, termasuk penguatan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan Adiwiyata.
“Kami berharap anak-anak tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memahami pentingnya nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian terhadap lingkungan sejak hari pertama mereka bersekolah,” sebut Febianti.
Editor: Aspian Nur




