Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Samarinda

Biro Kesra Kaltim Akui Kuota Umrah dan Perjalanan Religi Gratis Turun

Koran Kaltim
13 Juli 2026
0 views
2 min
Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kaltim, Dasmiah. (Foto: Surya/Korankaltim.com)

Penulis: Rahmat Surya

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Kaltim mengakui terdapat penurunan jumlah penerima program umrah dan perjalanan religi gratis pada tahun 2026. 

Kebijakan efisiensi anggaran menjadi penyebab utama berkurangnya kuota pelaksanaan program tersebut, dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kaltim, Dasmiah, menyampaikan hingga saat ini anggaran untuk program tersebut belum dibahas dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Jadi kita belum ada memberangkatkan. Nanti akan dibicarakan di (APBD) perubahan, sebab belum dianggarkan (di APBD murni),” ujar Dasmiah, Senin (13/7/2026).

Dia menjelaskan, kuota penerima di tahun ini hanya sekitar 14 orang. Jumlah tersebut turun drastis dibandingkan tahun lalu yang mencapai sekitar 870 penerima.

Menurut Dasmiah, penurunan tersebut merupakan dampak dari kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya agar program tersebut dapat terus berjalan dan terdapat penambahan kuota.

“Kita juga sudah mengajukan minimal separuh dari tahun kemarin. Mudah-mudahan nanti ada pertimbangan pada pembahasan anggaran perubahan,” katanya.

Selain program umrah, kuota perjalanan religi gratis bagi pemeluk agama lain ungkap Dasmiah, juga terdampak karena masuk dalam skema perjalanan ibadah yang sama.

Meski terjadi pengurangan pada program perjalanan ibadah, dirinya tetap memastikan program-program kesejahteraan masyarakat lainnya yang masuk dalam Gratispol tetap berjalan sesuai dengan alokasi anggaran yang telah ditetapkan.

“Sebab pengurangan anggaran di tahun ini lebih difokuskan pada bantuan yang bersifat individu, seperti umrah dan perjalanan religi, karena tidak secara langsung berkaitan dengan indikator kinerja pemerintah,” tutupnya.

Editor: Erwin 

Tags:

SamarindaBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Samarinda.