Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM,SAMARINDA - Teras Samarinda Tahap II hingga kini belum dibuka untuk public karena Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) masih menyelesaikan sejumlah pekerjaan lanjutan agar kawasan tepian Sungai Mahakam tersebut dapat berfungsi optimal sebagai ruang publik modern dan representatif.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Teras Samarinda Ilhamsyah menjelaskan, untuk menuntaskan proyek tersebut, alokasi anggaran sebesar Rp10,6 Miliar disiapkan pada 2026 yang difokuskan pada penyelesaian Tahap II Segmen 1.
Pekerjaan yang dilakukan pelaksana tidak hanya berfokus pada penyempurnaan estetika, tetapi juga fasilitas utama kawasan.
"Pekerjaan meliputi pemasangan WPC (wood plastic composite) untuk lantai, mekanikal elektrikal, pedestrian jembatan di sisi sungai, serta pedestrian sisi darat pada Segmen 1," jelas Ilhamsyah.
Penanganan jembatan pedestrian meliputi panjang sekitar 420 meter dengan lebar empat meter, sedangkan jalur pedestrian disisi darat memiliki panjang kurang lebih 300 meter.
Selain infrastruktur utama, DPUPR menyempurnakan kawasan melalui penataan lanskap berupa penanaman rumput gajah mini serta berbagai jenis tanaman perdu guna memperkuat estetika tepian sungai. "Target penyelesaian sesuai kontrak pada 27 Desember 2026," sebut Ilhamsyah.
Hingga saat ini, pelaksanaan proyek dilaporkan berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti. Sementara untuk Segmen 2 hingga Segmen 4, Ilhamsyah memastikan pengerjaan fisik secara fungsional telah selesai pada tahun sebelumnya dan kini hanya menyisakan pengerjaan minor sebagai pelengkap.
"Secara fungsi segmen 2 sampai segmen 4 sudah selesai, hanya terdapat pekerjaan minor sebagai pelengkap," pungkasnya.
Editor: Aspian Nur




