Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Samarinda

“Londo Ireng” Jadi Sorotan, Koalisi Pers Kaltim Nilai Ganggu Kebebasan Pers

Koran Kaltim
26 Juli 2026
0 views
2 min
Ilustrasi pembatasan peliputan yang diterima oleh wartawan. (Foto: Open AI)

Penulis: Rahmat Surya

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Koalisi Pers Kalimantan Timur (Kaltim) menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaitkan profesi jurnalis dengan istilah “londo ireng” berpotensi memperburuk iklim kebebasan pers di Indonesia. 

Pernyataan tersebut dinilai dapat memunculkan stigma negatif terhadap wartawan dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

Sikap itu disampaikan Koalisi Pers Kaltim dalam pernyataan resmi di Samarinda, Sabtu (25/7/2026). Koalisi menegaskan, profesi jurnalis bekerja berdasarkan fakta dan Kode Etik Jurnalistik, sehingga tidak tepat dilekatkan dengan label yang berpotensi mendeligitimasi kerja-kerja pers.

Ketua AJI Samarinda, Yuda Almerio, mengatakan penggunaan istilah tersebut menjadi perhatian serius karena kondisi jurnalis di daerah masih diwarnai berbagai persoalan, mulai dari pembatasan peliputan hingga intimidasi saat menjalankan tugas.

“Narasi yang menyudutkan wartawan tentu akan berpotensi dimaknai sebagai pembenaran bagi pihak tertentu untuk membatasi kerja jurnalistik,” ujarnya.

Terutama kata dia, ketika media memberitakan isu-isu yang bersifat kritis terhadap pemerintah. Selain itu, jika terdapat pemberitaan yang dianggap keliru, mekanismenya sudah jelas melalui hak jawab, hak koreksi dan Dewan Pers. 

“Bukan dengan memberikan stigma kepada profesi jurnalis,” sebutnya.

Selain itu pihaknya juga mengingatkan sejumlah insiden yang terjadi di Kaltim, mulai dari dugaan intimidasi terhadap seorang jurnalis perempuan saat meliput aksi demonstrasi pada April 2026, serta pelarangan liputan terhadap beberapa wartawan di kawasan Kantor Gubernur Kaltim.

Sementara itu, Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, menegaskan pers merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi. 

“Kritik yang disampaikan media adalah bentuk pengawasan terhadap jalannya pemerintahan, bukan tindakan yang bertentangan dengan kepentingan negara,” ucapnya.

Ia berharap, insan pers tetap menjaga independensi dan memperkuat sikap kritis dalam menjalankan tugas jurnalistik demi kepentingan masyarakat.

Kemudian, Ketua IJTI Kaltim, Priyo Puji, menyatakan intimidasi maupun pembatasan terhadap wartawan tidak hanya merugikan jurnalis.

“Tetapi juga menghambat hak masyarakat memperoleh informasi yang benar dan berimbang,” terangnya.

Editor: Erwin

Tags:

SamarindaBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Samarinda.